Hari Kedua Pencarian, Siswa SD yang Tenggelam di Danau Rana Mese Belum Ditemukan

Pencarian akan terus dilakukan Tim SAR di danau seluas sekitar 11,5 hektare di kawasan hutan TWA Ruteng itu

Floresa.co – Usai dua hari pencarian oleh warga dan Tim SAR Gabungan, siswa SD di Kabupaten Manggarai Timur yang tenggelam di lokasi wisata Danau Rana Mese pada 4 Mei belum ditemukan.

Korban bernama Germanus Alberno Ngitung alias Greis, 12 tahun, merupakan siswa kelas V SD yang berasal dari Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman berkata, berdasarkan informasi dari keluarga, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.

“Korban bersama teman-temannya pergi ke Danau Rana Mese untuk bermain rakit bambu. Saat itu korban tiba-tiba melompat ke danau dan tenggelam,” kata Fathur dalam keterangan yang diperoleh Floresa pada 5 Mei. 

Melihat kejadian itu, teman-teman korban segera melapor ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Pos Rana Mese untuk meminta bantuan pencarian.

“Sebelum tim SAR tiba, warga dan petugas setempat melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum ditemukan,” katanya. 

Ia menjelaskan, tim dari Pos SAR Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan.

“Pada 5 Mei pukul 07.00, tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian dengan penyelaman dan penyisiran di permukaan danau menggunakan perahu karet di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Ia berkata, hingga pukul 14.00, proses pencarian masih terus berlangsung dan Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban di area sekitar danau.

Danau Rana Mese terletak di tengah kawasan Hutan Taman Wisata Alam Ruteng dan memiliki luas sekitar 11,5 hektare serta kedalaman 43 meter pada bagian cekung. 

Danau yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut itu berjarak sekitar 35 kilometer sebelah barat Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur.

Editor: Anno Susabun

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA