Polres Manggarai Timur Tahan Pria 70 Tahun yang Berkali-kali Perkosa  Siswi SMP 

Pelaku empat kali memerkosa korban

Floresa.co – Polres Manggarai Timur menahan seorang pria yang diduga berkali-kali memerkosa seorang siswi SMP hingga hamil dan melahirkan sebulan lalu.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri berkata, MM, warga Kecamatan Elar itu ditahan selama 20 hari, terhitung sejak  7 Juli.

Penahanan terhadap pria 70 tahun itu, kata dia, dilakukan tiga hari usai ia ditetapkan sebagai tersangka “tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.”

Berdasarkan penyidikan, katanya, MM diduga empat kali memerkosa korban dalam rentang waktu 2024 hingga 2026.

“Peristiwa pertama terjadi pada 18 Mei 2024. Kedua, pada 26 Mei 2025. Ketiga, pada 16 Juli 2025. Sementara peristiwa keempat terjadi pada 22 April 2026,” katanya.

Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban ke Polres Manggarai Timur pada 4 Mei, setelah mengetahui korban yang masih duduk di bangku kelas III SMP itu hamil. 

RE, kerabat korban, pemerkosaan itu terjadi sejak korban masih berusia 14 tahun, disertai iming-iming uang dan ancaman.

Polisi sempat membiarkan MM bebas berkeliaran selama lebih dari sebulan tanpa kejelasan proses hukum, hal yang memicu pertanyaan publik terhadap komitmen polisi dalam menangani kasus kekerasan seksual dan perlindungan anak. 

RE berkata, keluarga korban merasa lega karena MM sudah ditahan.

“Senang rasanya karena pelaku sudah berompi oranye,” katanya.

Ancaman pidana kasus pencabulan anak di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). 

Pelaku terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda hingga Rp 5 miliar. Hukuman dapat diperberat berdasarkan unsur kekerasan atau hubungan khusus.

Editor: Herry Kabut

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA