Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

6072 Artikel

Taman Nasional Mutis Timau: Saat Konservasi Membuka Pintu Investasi

Di lereng Gunung Mutis, patok-patok listrik yang semula dibaca warga sebagai tanda pembangunan membuka kecemasan baru. Kabar tentang akses energi dikaitkan dengan perubahan status hutan adat menjadi taman nasional, rencana pembiayaan konservasi, dan masuknya investasi ke ruang hidup yang selama ini mereka jaga.

Proyek Jalan Watu Cie-Deno, Manggarai Timur: Kualitas Diragukan, Kontraktornya Punya Jejak Buruk

Proyek jalan bernilai Rp14,29 miliar ini berada dalam pendampingan kejaksaan. Dinas PUPR belum memberi penjelasan, DPRD belum cek.

Saat Gempa Flores Menjadi Panggung MBG

Presentasi Bupati Nagekeo di hadapan Prabowo menunjukkan bagaimana derita korban gempa dapat tersisih oleh narasi keberhasilan MBG yang belum sepenuhnya teruji.

Relawan Tim Respons Cepat Gempa Flores yang Tertimpa Pohon Jalani Operasi Lengan 

Berry Bambar, mahasiswa berusia 18 tahun, kecelakaan saat sedang menyalurkan bantuan dari Tim Respons Cepat Gempa Flores.

Sejumlah Wilayah di Flores Belum Mendapat Bantuan Empat Hari Pasca Gempa

Dari laporan yang diterima Floresa, warga bertahan secara swadaya karena belum tersentuh bantuan logistik maupun medis.

Artikel Terbaru

Taman Nasional Mutis Timau: Saat Konservasi Membuka Pintu Investasi

Di lereng Gunung Mutis, patok-patok listrik yang semula dibaca warga sebagai tanda pembangunan membuka kecemasan baru. Kabar tentang akses energi dikaitkan dengan perubahan status hutan adat menjadi taman nasional, rencana pembiayaan konservasi, dan masuknya investasi ke ruang hidup yang selama ini mereka jaga.

Nalar Camat Atadei dan Watak Represif Aparat dalam Polemik Geotermal 

Cara kerja negara lewat pejabat dan aparat di Flores-Lembata kerap menonjolkan dalih keamanan dan ketertiban semu, alih-alih membuka ruang demokrasi yang adil.

 ‘Pesta Sambut Baru’ Berujung Duka di Manggarai, Satu Pemuda Tewas

Di tengah upaya keluarga merayakan syukur Komuni Suci Pertama, dua kampung di Kecamatan Wae Ri’i kini berusaha menahan luka, emosi, dan menempuh jalan penyelesaian adat serta hukum.

Pencuri Emas di Larantuka Divonis 8 Bulan Penjara, Gadai Barang Curian ke Pegadaian Dinilai Sah

Dalam keterangan di persidangan, terdakwa mengaku mencuri karena terdesak kebutuhan dan juga karena kesal dengan suami korban yang pernah mengajak bersetubuh dengan imbalan memberikan emas