Artikel-artikel yang ditulis oleh

Jefry Dain dan Anno Susabun

4 Artikel

Kenaikan Tarif di TN Komodo: PT Flobamor Abaikan Kementerian LHK dan Kantor Staf Presiden

Sesuai surat dari Kementerian LHK, kebijakan kenaikan tarif itu seharusnya dicabut sebelum ASEAN Summit.

Antusiasme dan Kegeraman Warga di Habitat Komodo Menyaksikan ‘Dragon for Sale’

Warga di Kampung Komodo, menjadi salah satu komunitas yang menyaksikan tayangan perdana film yang mengangkat sisi gelap pariwisata super premium Labuan Bajo.

Siswi Muslim Dipilih Jadi Ketua OSIS di SMA Katolik di Flores: Praktik Baik Menerima Perbedaan, Melawan Diskriminasi

Aprilia Inka Prasasti, peserta didik Muslim di SMA Katolik St. Fransiskus Xaverius Ruteng terpilih menjadi Ketua OSIS, meski hanya empat orang Muslim di sekolah yang memiliki lebih dari seribu murid itu.

Promosi ‘Parapuar’ BPO-LBF untuk Investasi di Bowosie di Tengah Konflik yang Belum Selesai

“Pariwisata berkelanjutan kelas dunia yang berkualitas tinggi di jantung Flores,” demikian julukan BPO-LBF untuk lahan seluas 400 hektar yang dikuasainya di Hutan Bowosie, meminggirkan soal yang masih belum selesai; konflik lahan dengan warga, juga kecemasan ancaman krisis ekologi bagi Labuan Bajo.

Artikel Terbaru

Organisasi Mahasiswa di Manggarai Desak Bupati Buka Hasil Audit Proyek Air Minum Senilai Rp973 Juta

Hampir setahun berlalu, 22 warga Desa Paralando belum juga mendapat akses air bersih

Viral Dugaan Kedaluwarsa Minyak Goreng Bantuan di Manggarai, Bulog Klaim Warga Salah Baca Keterangan di Kemasan

Pemerintah desa memutuskan menarik minyak goreng tersebut, Perum Bulog menyatakan menggantinya

Seriuskah Manggarai Timur Melindungi Anak Korban Kekerasan?

Program diluncurkan, pidato disampaikan, penghargaan Kabupaten Layak Anak diraih — sementara seorang siswi SMP yang hamil akibat pencabulan berulang terus menunggu keadilan, pelakunya masih bebas berkeliaran.

Dalam Bayang-Bayang Pembangunan: Membaca Flores Hari Ini Lewat “Krisis Kebebasan” Albert Camus

Kebebasan bukanlah hadiah cuma-cuma, tapi hak yang harus terus diperjuangkan. Camus menyoroti bagaimana penindasan penguasa dan rezim totaliter membungkam nurani, pers, dan masyarakat.