RS Siloam dan Potret Buram Pelayanan Kesehatan di Manggarai Raya

Lalu, kemanakah uang itu pergi jika tidak kepada penyediaan fasilitas yang memadai?

Sepertinya, tak susah menemukan sebab dari minimnya kualitas pelayanan itu.

Diantaranya, terlihat ketika terendus kasus korupsi oleh Polres Manggarai terkait dugaan pemalsuan dokumen dan korupsi pengadaan alat kesehatan pada Dinas Kesehatan Manggarai dan RSUD Ben Mboi sebesar 11, 3 milliar pada bulan Maret 2015.

Dalam kasus tersebut, Dinas Kesehatan dan Direktur CV Bintang Sejati disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Di tengah situasi itu, pertanyaan juga muncul ketika Dokter Dupe Nababan sebagai direktur rumah sakit mengundurkan diri.

Setelah 8 tahun menjabat sebagai pimpinan RSUD Ruteng, prestasi besar apakah yang sudah diwariskan Dupe? Apakah ia tinggalkan jabatan karena kegagalan atau takut ditelusuri lebih lanjut?

Pelayanan kesehatan sebagai hak dasar warga negara sama buruknya terjadi di Matim. Belum ada RSUD.

Miskinnya pelayanan di bidang kesehatan seolah menyata dalam kisah piluh pasien bernama Marselina Kurniawati.

Putri dari ayah yang tuna netra ini mengidap penyakit tumor di area kelaminnya. Tak disanggupi dirawat di rumah sakit Ben Mboi Ruteng pada bulan januari, pelajar SMP yang disapa Wati ini dirujuk melakukan operasi di Bali.

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA