Floresa merupakan media independen berbasis di Flores, NTT. Baca selengkapnya tentang kami dengan klik di sini!
Kami berdiri pada 2014 dan berikhtiar untuk fokus mengawal proses-proses pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Flores khususnya.
Kami tumbuh dan berkembang di tengah dinamika Flores dalam konteks Indonesia pasca-desentralisasi dan sistem pembangunan baru yang menyasar wilayah bagian timur.
Kendati membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, intensifikasi pembangunan di berbagai sektor membawa serta sejumlah soal serius, seperti pencaplokan sumber daya alam, penyangkalan hak masyarakat adat, pengrusakan hutan dan laut, serta alih fungsi kawasan konservasi menjadi kawasan bisnis pariwisata dan pertambangan.
Berhadapan dengan masalah-masalah ini, tidak banyak pihak yang memilih berdiri bersama mereka yang menjadi korban atau mau mengambil sikap kritis.
Dalam situasi pertarungan kekuasaan yang asimetris semacam ini, kami memilih menjadi bagian dari gerakan kritis yang mau mengawal sekaligus menjadi penyambung lidah bagi mereka yang seringkali diabaikan.
Kami memutuskan untuk hanya berfokus pada isu-isu tertentu, dengan dua pertimbangan: isu itu berkaitan dengan kepentingan publik dan korbannya adalah mereka yang tidak berdaya, terpinggirkan, marginal.
10 Tahun
10 Ribu
100 Ribu
Pencapaian
Kami telah mendapat beberapa penghargaan dan nominasi sebagai berikut:
Pada Agustus 2023, kami mendapat "Udin Award" dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), sebuah penghargaan untuk mendorong kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Penghargaan ini terjadi usai kami beberapa kali mengalami serangan terkait pemberitaan.
Pada 28 Juni 2024, kami meraih penghargaan sebagai Lembaga Media Berpengaruh dalam ajang MAW Talk Awards 2024. Panitia menilai kami membawa pengaruh positif bago ekosistem media di Indonesia, khususnya pada sektor media lokal.
Pada 29 Agustus 2024, kami meraih penghargaan AMSI Awards dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk Inovasi Program Audience Engagement dan Reader Revenue Terbaik, lewat kanal KoLiterAksi.
Pada Desember 2025, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan Aliansi Jurnalis Idependen menetapkan liputan kami tentang kasus kekerasan seksual di Unika St. Paulus Ruteng sebagai juara pertama Lomba Karya Jurnalistik dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) 2025. Liputan itu berjudul ‘Dosen Melakukan Kekerasan Seksual terhadap Saya, Mengapa Unika St. Paulus Ruteng Masih Membiarkannya Berkeliaran?,’ bagian dari serial Demi Nama Baik Gereja.
Kolaborasi
Kami bermitra dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil dan gerakan kolektif, seperti Yayasan Kurawal, Sunspirit for Justice and Rumah Baca Aksara
Kami juga berkolaborasi dengan sejumlah media lokal dan nasional, termasuk dengan Project Multatuli, Tempo dan Konde.
Beberapa laporan kami juga mendapat dukungan dari Earth Journalism Network, sebuah jaringan jurnalis lingkungan hidup global
Kami bernaung di bawah PT Floresa Media Utama dan terdaftar sebagai anggota Asosiasi Media Siber Indonesia cabang Nusa Tenggara Timur dengan nomor anggota: 1/Wil-25/Nusa Tenggara Timur/AMSI/III/2023
Kontak
Hubungi kami via kontak berikut:


