Floresa.co – Bencana banjir yang melanda 14 desa di Kabupaten Nagekeo, NTT menewaskan lima orang, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang, menurut data terkini pemerintah pada 11 September.
Selain itu, menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat tiga orang yang luka-luka dan 30 lainnya mengungsi sementara waktu.
“Mereka yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian petugas SAR gabungan,” katanya.
Tiga korban hilang adalah Mariano Tom Busa Jago (29), Sebastianus So’o (42) dan Desiderius Geraldi, bayi berusia 14 bulan.
“Kerugian material tercatat rumah hanyut 1 unit, rusak berat 1 unit, dan fasilitas terdampak berupa kantor 2 unit, jembatan 2 unit dan 3 ruas jalan utama,” kata Abdul.
Ia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo masih melakukan pendataan di lapangan, seperti kerusakan rumah, jumlah ternak, luas lahan sawah dan kebun yang terdampak.
Banjir itu dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi pada 8 September karena gelombang Equatorial Rossby, menurut Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang.
Gelombang tersebut termasuk fenomena atmosferik yang signifikan dalam dinamika cuaca dan iklim, berdampak pada pola cuaca, seperti hujan, angin, dan perubahan tekanan udara. Gelombang ini dapat memicu hujan lebat dalam waktu singkat.
Keempat belas desa di Nagekeo yang terdampak bencana ini tersebar di Kecamatan Mauponggo, Nangaroro dan Boa Wae.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus telah menetapkan status darurat bencana, dengan fokus pada pertolongan dan evakuasi korban, pemulihan cepat sarana prasarana vital dasar serta dukungan logistik terhadap warga terdampak dan pengungsi.
“Ini sebagai upaya perlindungan kepada masyarakat,” kata Simplisius dalam pada 10 September dilansir Kompas.com.
Selain itu, kata dia, diperlukan tindakan cepat siaga darurat mengantisipasi potensi terjadinya bencana susulan dan bencana sekunder lainnya.
BNPB menyatakan, sejumlah lembaga pemerintah kini terus mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban.
Bantuan mencakup kebutuhan pokok seperti makanan, peralatan masak, kasur lipat, tenda keluarga, serta perlengkapan kebersihan dan kesehatan.
Nagekeo Update, halaman Facebook yang kerap menyampaikan informasi seputar Kabupaten Nagekeo juga ikut membuka donasi untuk membantu korban.
Dalam pengumumannya, hingga 11 September donasi telah mencapai Rp5.210.000.
Editor: Ryan Dagur




