Floresa.co – Bau tanah basah bercampur material longsor masih terasa menyengat di sekitar Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur pada 27 Januari.
Jarum jam menunjuk pukul 06.50 Wita ketika ratusan warga dan Tim SAR Gabungan kembali memulai operasi pencarian satu korban yang masih tertimbun tanah sejak longsor menerjang kampung itu pada 22 Januari.
Ekskavator menggerus timbunan tanah, menyisir perlahan sisa-sisa timbunan longsor.
Sekitar pukul 09.30, saat sedang menyisir di lokasi itu, Ferdinandes Jemin (35), salah satu warga tanpa sengaja menginjak sesuatu yang ia duga sebagai jasad seseorang.
“Awalnya saya tidak sadar. Namun setelah mencium bau yang menyengat seperti bau mayat dan menyadari bahwa yang saya injak adalah jenazah, saya langsung memberitahu dua anggota Brimob yang berada di dekat saya,” katanya kepada Floresa.
Ferdinandes mengaku, sejak awal pencarian dirinya sudah memiliki firasat bahwa jenazah Yustina Mira berada di sekitar lokasi tersebut.
“Sejak kemarin saya terus menggali tanah di sekitar tempat itu karena firasat saya mengatakan dia ada di situ,” ujarnya.
Pantauan Floresa sekitar pukul 10.00, Tim SAR menghentikan sementara pengoperasian alat berat. Dengan hati-hati, mereka mendekati titik yang ditunjukkan Ferdinandes.
Dari balik lumpur dan bebatuan longsor, tubuh Yustina Mira (19) akhirnya ditemukan. Ia tertimbun tanah yang cukup tebal pada jarak sekitar 20 meter dari rumahnya.
Saat kejadian enam hari sebelumnya, Yustina berada di rumah tersebut milik orang tuanya Kongradus Lasa, bersama ibunya Albina Ria (47), saudaranya Apri Nikolaus Acan, serta saudari ayahnya Lusia Resem (47).
Albina meninggal pada dini hari 23 Januari usai bersama Apri sempat dievakuasi menuju Puskesmas Benteng Jawa. Sementara jenazah Lusia ditemukan saat pencarian hari keempat pada 26 Januari.

Dua jam penuh Tim SAR Gabungan berjibaku mengevakuasi tubuh Yustina sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Pukul 12.00, jenazah tiba di Kantor Desa Goreng Meni yang terletak di Kampung Rentung, sebelah barat Kampung Pau. Tim medis langsung membawa jenazah ke dalam ruangan untuk dimandikan dan diperiksa menyeluruh.
Keluarga Yustina tak mampu lagi menahan duka. Tangis mereka menggema di ruangan kantor desa, disaksikan aparat, relawan dan warga yang sejak awal ikut mencari.
Fathur Rahman, Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo berkata jenazah Yustina tertimbun tanah longsor setebal satu sampai dua meter.
Ia berkata dengan penemuan dua korban hilang tersebut Tim SAR Gabungan menutup secara resmi operasi pencarian di Desa Goreng Meni.
“Seluruh Tim SAR Gabungan kembali ke satuan masing-masing,” katanya
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto menyampaikan duka mendalam usai penemuan Yustina.
“Hari ini kita menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Ini bukan hasil yang kita harapkan, tapi setidaknya keluarga sudah mendapatkan kepastian,” katanya.
Haryanto berkata, proses pencarian tidak akan berhasil tanpa kerja kolektif berbagai pihak.
“Penemuan ini adalah hasil kerja keras Tim SAR Gabungan, TNI-Polri, dan masyarakat yang sejak hari pertama tidak pernah menyerah. Mereka bertahan di tengah cuaca buruk dan kondisi medan yang sangat berbahaya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keteguhan warga yang terus terlibat dalam pencarian meski diliputi duka.
“Warga di sini luar biasa. Mereka ikut menggali, ikut menjaga lokasi, bahkan ikut memberi informasi penting kepada tim. Solidaritas seperti inilah yang membuat pencarian bisa selesai,” katanya.
Usai proses pemeriksaan dan penanganan oleh tim medis, jenazah Yustina dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Pau.
Editor: Anno Susabun





