Sampan Dihantam Gelombang Tinggi dan Arus Kuat, Dua Nelayan di Flores Timur Tewas saat Mancing 

Satu warga lainnya selamat usai dibantu warga setempat

Floresa.co – Dua dari tiga nelayan di Kabupaten Flores Timur yang hendak memancing tewas setelah sampan mereka dihantam gelombang tinggi dan arus kuat.

Dalam keterangan yang diperoleh Floresa pada 13 Maret, Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman berkata, insiden itu terjadi di perairan Kawaliwu, dengan titik duga lokasi kejadian pada koordinat 8°16’15.52″S – 122°52’27.39″E.

Sampan itu, kata dia, digunakan oleh tiga nelayan yang merupakan warga Kawaliwu, Kecamatan Lewolema.

Mereka kakak-beradik, yakni Alex Koten (46 tahun), Alfred Koten (40 tahun) dan Yuven Koten (36 tahun).

Ia berkata, pihaknya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari seorang warga pada 12 Maret, sekitar pukul 22.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata dia, ketiga nelayan tersebut berangkat memancing di Pantai Kawaliwu pada 12 Maret, sekitar pukul 17.30.

“Sekitar pukul 18.00, sampan yang mereka gunakan terbalik akibat dihantam gelombang tinggi dan arus kuat,” katanya.

Fathur berkata, masyarakat yang berada di sekitar lokasi segera melakukan upaya pertolongan dan berhasil menyelamatkan Yuven Koten. 

Dua korban lainnya dilaporkan hilang dan membutuhkan bantuan pencarian dari tim SAR.

Pada pukul 23.00, katanya, timnya yang berada di lapangan melaporkan Alfred Koten ditemukan tewas kurang lebih 400 meter dari lokasi kejadian.

Pada hari kedua, kata Fathur, Tim SAR Gabungan mencari korban lainnya di sekitar lokasi kejadian dengan menyisir permukaan laut menggunakan Rubber Boat 30 PK milik Kantor SAR Maumere.

Sekitar pukul 09.30, tim tersebut menemukan jasad Alex Koten sekitar 1,9 kilometer ke arah selatan dari lokasi kejadian. 

“Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Puskesmas Lewolema untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Fathur berkata operasi pencarian tersebut melibatkan unsur SAR gabungan dari Kantor SAR Maumere, Pos TNI AL Larantuka, Polair Polres Larantuka, KSOP Larantuka, BPBD Larantuka serta nelayan dan masyarakat setempat.

Selama proses itu, tim tersebut menghadapi kendala angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi. 

Namun, “berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur SAR gabungan, operasi pencarian dapat berjalan dengan baik.”

Editor: Herry Kabut

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA