NTT Terlambat Menetapkan UMP 2015

NTT
NTT

Floresa.co – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Provinsi yang terlambag menetepkan Upah Minimun Provinsi (UMP) 2015. Selain NTT, beberapa provinsi juga terlambag menetapkan UMP 2015, di antaranya: Riau, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta.

Sebanyak 19 provinsi telah menetapkan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2015. Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja yang diterbitkan di Jakarta, Senin (3/11), menyatakan provinsi yang telah menetapkan UMP 2015 tepat waktu adalah Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku.

Provinsi yang telah Menetapkan UMP 2015 dan tingkat kenaikannya (persen)

1. Aceh: 1.900.000 (8,57 persen)

2. Sumatera Barat: 1.615.000 (8,39 persen)

3. Jambi: 1.710.000 (13,83 persen)

4. Sumatera Selatan: 1.974.346 (8,15 persen)

5. Bangka Belitung: 2.100.000 (28,05 persen)

6. Bengkulu: 1.500.000 (11,11 persen)

7. Banten: 1.600.000 (20,75 persen)

8. Bali: 1.621.172 (5,09 persen)

9. NTB: 1.330.000 (9,92 persen)

10. Kalimantan Selatan: 1.870.000 (15,43 persen)

11. Kalimantan Tengah: 1.896.367 (10 persen)

12. Kalimantan Timur: 2.026.126 (7,41 persen)

13. Gorontalo: 1.600.000 (20,75 persen)

14. Sulawesi Utara: 2.150.000 (13,16 persen)

15. Sulawesi Tenggara: 1.652.000 (18 persen)

16. Sulawesi Tengah: 1.500.000 (20 persen)

17. Sulawesi Selatan: 2.000.000 (11,11 persen)

18. Sulawesi Barat: 1.655.500 (18,25 persen)

19. Maluku: 1.650.000 (16,61 persen)

(TIN/Floresa)

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA