Petisi yang Mengecam Novanto Beredar

Baca Juga

Setya Novanto
Setya Novanto

Floresa.co – Sebuah petisi yang mengecam Setya Novanto beredar di situs Change.org, Rabu malam (4/3/2015).

Petisi itu yang dibuat oleh Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Tolak Tambang di NTT mendesak Novanto untuk segera meminta maaf dan mencabut pernyataannya yang dianggap merendahkan Gereja di NTT.

Dalam petisi ini, dijelaskan bahwa Novanto harusnya tahu bahwa Gereja di NTT sudah bekerja lebih dahulu membangun masyarakat, sebelum pemerintah masuk dan mulai melakukan pembenahan sana-sini.

“Gereja, bagi orang NTT, adalah juga penopang nilai, yang mengedepankan penghargaan atas upaya mencapai kesejahteraan bersama.”

Petisi ini merupakan reaksi terhadap pernyatan Novanto, Ketua DPRI dari daerah pemilihan NTT, di mana ia menyebut Gereja menjadi penghambat pembangunan, karena menghadang masuknya investor tambang.

“Daerah ini kaya mangan, marmer, emas dan pasir besi. Namun, saat investor hendak mengelola potensi sumber daya alam selalu ada penolakan dari LSM yang berlindung di bawah Gereja”, begitu pernyataannya di Kupang, Kamis (26/2/2015).

Ia melanjutkan, “Karena itu, Gereja sebagai elemen penting dalam pembangunan di NTT, harus memberi pencerahan kepada masyarakat termasuk LSM, agar menerima investor yang memiliki niat baik membangun daerah ini.”

Para pembuat petisi ini mengingatkan, mereka lebih percaya pada Gereja daripada Novanto.

“Kami, tentu saja tak melarang Novanto mengkritik Gereja bila memang Gereja salah arah. Tapi, untuk soal tambang, maaf, kami lebih percaya pada Gereja, daripada Anda, Novanto.

Apalagi, kami tahu, Anda termasuk pemain tambang di NTT. Bukankah PT Laki Tangguh, perusahan tambang pasir besi di Riung, Ngada yang masuk tahun 2013 itu milik Anda?,” demikian menurut petisi ini.

Jika Anda tertarik untuk menandatangi petisi tersebut silahkan klik di sini. (ARL/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kawan-kawan bisa berdonasi dengan cara klik di sini.

Terkini

spot_img