Proyek ‘Parapuar’ BPO-LBF di Hutan Bowosie Berbasis Prinsip Ramah Lingkungan, Apa Benar?

Selain menggusur kawasan hutan, proyek Parapuar juga masih menyisakan persoalan dengan kelompok warga yang memprotes penguasaan lahan oleh BPO-LBF

Jalan Mulus BPO-LBF Berbisnis di Kawasan Hutan yang Dikhawatirkan Perparah Krisis Ekologi Labuan Bajo

Penguasaan ratusan hektar Hutan Bowosie itu juga dilakukan di tengah konflik yang belum selesai dengan warga.

Kejari Manggarai Barat Selidiki Kasus Kapal Cepat BPO-LBF yang Tidak Urus Izin

Kapal itu diduga bukan milik lembaga BPO-LBF, tetapi milik pribadi’

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kebun Hidroponik BPO-LBF yang Langsung Mubazir Usai Panen Perdana

Kebun itu semula digadang-gadang akan menjadi salah satu sumber pasokan sayur untuk Labuan Bajo

Banjir Melanda Labuan Bajo, Warga Sinyalir Akibat Proyek Pariwisata yang Babat Hutan 

Banjir pada 4 April itu terjadi setelah pemerintah mulai mengerjakan beberapa proyek pariwisata di lokasi Hutan Bowosie yang telah dialihfungsikan menjadi kawasan bukan hutan untuk bisnis wisata lewat Peraturan yang dibuat Presiden Joko Widodo pada 2018. Ini merupakan kawasan karts dan hutan penyangga kota Labuan Bajo

Kebun Hidroponik yang Dibangun BPO-LBF: Digadang-gadang Bisa Pasok Sayur untuk Labuan Bajo, Kini Tidak Lagi Terurus

Proyek kebun hidroponik ini menambah deretan proyek pemerintah di Labuan Bajo yang mubazir.

Proyek Pariwisata di Hutan Bowosie, Apa Untungnya Bagi Warga Lokal?

Di tengah upaya pemerintah pusat mempromosikan investasi 800 miliar rupiah untuk  kawasan bisnis pariwisata di Hutan Bowosie, sejumlah pihak mengingatkan bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak memperhitungkan kepentingan pihak-pihak sekaligus menjadi semacam investasi masalah yang akan lebih pelik ke depan.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno Dicerca Warganet terkait Ide “Atraksi Wisata Baru Melihat Pesawat Mendarat” di Hutan Bowosie, Labuan Bajo

Sejak diperkenalkan pada 2018, proyek pariwisata di Hutan Bowosie menuai kritikan dari warga dan berbagai pegiat masyarakat sipil di Labuan Bajo, selain karena memberi karpet merah bagi para investor, kebijakan itu juga mengabaikan konflik agraria dengan warga lokal dan ancaman krisis ekologi.

Promosi ‘Parapuar’ BPO-LBF untuk Investasi di Bowosie di Tengah Konflik yang Belum Selesai

“Pariwisata berkelanjutan kelas dunia yang berkualitas tinggi di jantung Flores,” demikian julukan BPO-LBF untuk lahan seluas 400 hektar yang dikuasainya di Hutan Bowosie, meminggirkan soal yang masih belum selesai; konflik lahan dengan warga, juga kecemasan ancaman krisis ekologi bagi Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Manifesto Masyarakat Desa Gorontalo – Labuan Bajo: Usir BPO-LBF dari Wilayah APL Warga dan Tindaklanjuti SK Menteri Kehutanan Tahun 2016  

Desakan itu diutarakan warga Desa Gorontalo karena BPO-LBF turut mengklaim wilayah APL Bowosie yang sudah menjadi pemukiman dan lahan pertanian mereka. Wilayah itu, oleh BPO-LBF rencananya akan dijadikan destinasi wisata ekslusif. Bahkan lembaga yang dipimpin Shana Fatina itu berani menanam pilar tanpa berkoordinasi dengan mereka.

Hasil Rapat Terbatas di Bandara Komodo: Pemerintah Janji Kembalikan Kebun dan Tanah Rumah Warga Adat Lancang

Pemerintah berjanji akan mengembalikan kebun dan tanah rumah milik warga adat Lancang, di Kelurahan Wae Kelambu – Labuan Bajo yang ‘dihutankan’ untuk dijadikan destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores [BPO–LBF].

Potensi Bahaya “Work from Labuan Bajo” dan Penumpang Positif Covid-19 yang Masih Lolos Terbang

Diklaim demi menghidupkan ekonomi, program 'Work from Labuan Bajo' menyimpan soal serius, terkait ancaman bahaya peningkatan kasus Covid-19. Apalagi, baru-baru ini terungkap bahwa ada penumpang yang positif Covid-19 berdasarkan tes PCR, namun masih lolos menumpang pesawat terbang
BerandaTOPIKBPO LBF