Floresa.co – Salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat membuka kebun hidroponik, inisiatif untuk mendorong ketahanan pangan bagi warga di kota pariwisata tersebut.
Kebun milik BUMDes Mitra Bersama di Desa Batu Cermin itu diluncurkan pada 29 Agustus.
Mengambil nama Green House Hijau Lestari Hidroponik, lokasinya berada di sebelah timur sekitar 30 meter dari kantor desa.
Ada 20 tenda hidroponik yang terdapat di dalam green house berukuran 20×15 meter itu. Tiga tenda untuk peremajaan dan 17 tenda untuk produksi. Tampak sayur jenis selada air sudah siap dipanen.
Marianus Yono Jehanu, kepala desa itu berkata, kebun itu dibangun dan dikelola dengan memanfaatkan 20% anggaran dana desa.
“Nilainya Rp258 juta” kata Marianus dalam sambutannya saat acara itu yang dihadiri warga desa dan sejumlah undangan, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Menurut Ketua BUMDes Mitra Bersama, Agustinus Fernandes, ide pembentukan kebun itu merupakan hasil musyawarah desa.
Tak sedikit warga desa yang awalnya pesimis “karena kami berangkat dari nol,” katanya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa Batu Cermin, Hando Melkior, termasuk salah satu yang pesimis saat semula mendengar rencana itu.
“Sempat di awal-awal kami ragu” katanya.
Hando beralasan “Ketua BUMDes tidak begitu berpengalaman dalam hidroponik ini.”
Di tengah pesimisme itu, Agustinus memilih terus melangkah karena “kami punya semangat.”

Ia menjelaskan, selain untuk mendukung ketahanan pangan, pengembangan kebun hidroponik tersebut juga untuk meningkatkan pendapatan desa dan menjadi tempat belajar budidaya tanaman hidroponik.
Agustinus berkata, untuk memulai proyek ini, BUMDes memutuskan berkolaborasi dengan kelompok Petani Milenia Muda Berkarya.
Kelompok ini telah mendapat pelatihan dan pendampingan intensif dari Konsorsium Pangan Bernas, gabungan dari sejumlah lembaga yang menjalankan program Urban Futures dari Yayasan Humanis Inovasi Sosial.
Salah satu lokasi implementasi program yang fokus pada upaya mendorong kaum muda untuk menggeluti pertanian adalah Labuan Bajo.
Di Desa Batu Cermin, anggota Muda Berkarya mencapai 20 orang.
Fransiska Roveinita, koordinatornya berkata, sebelum kini bekerja sama dengan BUMDes Mitra Bersama, bersama teman-temannya ia telah mengembangkan kebun hidroponik.
Setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif dari Konsorsium Pangan Bernas, kata Nita-sapaannya-, tahun lalu mereka mengajukan permohonan dana Rp35 juta ke Pemerintah Desa Batu Cermin.
Permohonan itu disetujui membuat mereka “langsung gerak cepat” dan membuka kebun di Wae Sambi.
Pada Desember tahun lalu, mereka panen perdana. Upaya promosi via media sosia rupanya menarik perhatian Fressa, salah satu supermarket di Labuan Bajo.
“Fressa ikut pesan 100 kilogram” katanya.

Tingginya permintaan, kata Nita, membuat mereka tak bisa memenuhinya karena jumlah produksi pada panen perdana yang terbatas.
Kini mereka tetap mengembangkan kebun itu dan memasarkannya kepada pelanggan Labuan Bajo, baik di supermarket maupun rumah tangga.
Ia pun berharap, langkah baru berkolaborasi dengan BUMDes Mitra Bersama bisa membuat Muda Berkarya berbuat lebih banyak dan cakupan dampak lebih luas.
Ia menekankan pentingnya mematahkan pesimisme sebagai kunci agar inisiatif seperti ini bisa berhasil.
Editor: Ryan Dagur