Ketua DPRD Malaka Jadi Tersangka karena Aniaya Warga 

Ia belum ditahan karena dianggap kooperatif selama penyelidikan hingga penyidikan

Floresa.co – Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang warga setelah sebelumnya ia membantah melakukan hal tersebut.

“Kasusnya sudah kami gelar dan penetapan tersangkanya (dilakukan) di Polda NTT,” kata Kasat Reskrim Polres Malaka, Dominggus Duran kepada Floresa pada 16 Oktober.

Dominggus berkata, pihaknya telah mengirimkan surat panggilan sebagai tersangka kepada Adrianus pada 15 Oktober.

Penyidik, kata dia, akan kembali memeriksa Adrianus pada 18 Oktober.

Ia berkata, Adrianus ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Oktober setelah penyidik mengantongi tiga alat bukti, di antaranya keterangan saksi, hasil visum korban dan petunjuk.

Kendati telah menjadi tersangka, kata dia, Adrianus belum ditahan karena “dari penyelidikan hingga penyidikan ia sangat kooperatif.” 

“Ditahan atau tidak berdasarkan penilaian penyidik. Kami menganggap dia tidak mungkin melarikan diri,” katanya.

Kronologi Kejadian

Kasus ini terungkap setelah Alfonsius Leki, 34 tahun, warga Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat melaporkan Adrianus ke Polres Malaka pada 14 Agustus malam.

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar berkata, kasus itu bermula ketika Alfonsius menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Bola Misi Besikama, Desa Lasaen pada 14 Agustus sekitar pukul 16.00 Wita. 

Saat itu, Alfonsius yang duduk persis di belakang kursi para pemain cadangan memainkan ponselnya. 

Pada saat yang sama, Adrianus sedang memegang botol minuman keras dan membagikan kepada orang yang berada di sekitar bangku pemain cadangan.

Melihat hal itu, Adrianus menegur Alfonsius agar jangan memfoto dan memvideokan aktivitasnya.

Beberapa saat kemudian, Adrianus menyimpan botol minuman itu dan mendekati Alfonsius.

“Dia ingin mengambil ponsel milik Alfonsius, tapi tidak dikasih. Karena kesal, Adrianus lalu memegang kerah baju Alfonsius dan meninjunya di pelipis sebelah kanan hingga mengalami bengkak,” kata Gumilang.

Merespon laporan itu, Adrianus berkata “tidak benar, saya tidak pukul dia.” 

Kendati demikian, ia menegaskan siap menghadapi proses hukum atas kasus tersebut sembari berkata “nanti kita buktikan.”

Sementara itu, Alfonsius mengaku malu karena peristiwa tersebut terjadi di depan banyak orang.

Ia pun berharap “keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.”

Editor: Ryan Dagur

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img