Di Manggarai Timur, Warga bersama Tim SAR Berjibaku Mencari Dua Perempuan yang Masih Tertimbun Longsor, Alat Berat Baru Tiba Tiga Hari Kemudian

Pencarian berlanjut pada hari ini setelah alat berat tiba di lokasi kemarin sore

Floresa.coDengan peralatan seadanya, warga Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur berjibaku bersama Tim SAR Gabungan mencari dua korban di antara timbunan material longsor. 

Sejak pagi pada Minggu, 25 Januari, mereka menyisir area sekitar yang luluh lantah, mencari korban Theresia Resem (47) dan Yustina Mira (19) – keduanya perempuan.

Pantauan Floresa, warga dan tim menggunakan beragam peralatan, seperti cangkul, sekop, linggis untuk menggali tanah dan batu, berharap bisa mendapat titik terang.

Sementara para lelaki bergantian melakukan penggalian, kaum perempuan membahu menyiapkan makanan dan minuman. Mereka memasak di dapur darurat dengan bahan seadanya.

Setelah istirahat selama sejam, pada pukul 14:15 pencarian dilanjutkan, namun hingga sore tidak membuahkan hasil.

Tiga kampung di Desa Goreng Meni – Tuwa, Pau dan Rentung – dilanda longsor pada 22 Januari sekitar pukul 17.00 Wita usai hujan lebat sejak sehari sebelumnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur sempat berjanji segera mengerahkan alat berat pada 23 Januari.

Namun, alat berat itu tiba sekitar pukul 17.20, menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer dari Borong.

Alat berat tiba di Desa Goreng Meni pada 25 Januari 2026 sore untuk mencari korban yang tertimbun longsor. (Dokumentasi Floresa)

Rupertus D. Pere, staf BPBD mengklaim ada kendala teknis dengan alat berat, “sehingga memperlambat kedatangannya ke lokasi.”

Proses evakuasi dengan alat berat sempat berlangsung, namun, 20 menit kemudian berhenti dan dilanjutkan pada hari ini.

Komandan Kompi 2 Brimob Ruteng, IPTU Soleman Welem Talo berkata, kondisi medan yang berat, material longsor yang tebal dan hujan yang kembali turun menjadi tantangan bagi tim.

Namun, “seluruh unsur yang terlibat tetap menunjukkan semangat dan optimisme tinggi untuk melanjutkan pencarian.”

Dengan alat berat, kata dia, pihaknya “berharap proses pencarian korban bisa berjalan lebih maksimal dan membuahkan hasil.”

Longsor ini memicu kerusakan total pada sawah dan lahan kering milik warga di Kampung Tuwa, Pau dan Rentung, menurut Kepala Desa Goreng Meni Aleksius Talis.

“Kalau dihitung secara keseluruhan, kerugian akibat bencana ini mencapai miliaran rupiah. Sawah, kebun, rumah, serta fasilitas umum seperti jalan, irigasi, dan bangunan sekolah hancur total,” katanya.

Ia berkata, sebanyak 872 jiwa kini terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi aman hingga ke Benteng Jawa, ibukota kecamatan. 

“Para pengungsi saat ini sangat bergantung pada bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Aleksius berharap pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi memberikan perhatian khusus, seperti mendatangkan sembako bagi warga terdampak dan nantinya membantu perbaikan rumah-rumah yang hancur. 

“Kalau memungkinkan, warga dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman dari ancaman longsor,” ujarnya.

Ia juga berharap bantuan tidak hanya bersifat darurat atau jangka pendek, melainkan berkelanjutan untuk pemulihan kehidupan masyarakat.

Staf BPBD Manggarai Timur, Rupertus D. Pare mengklaim lembaganya telah menyalurkan bantuan logistik selama beberapa hari terakhir.

“Kami menyumbang beras, mie instan dan sembako lainnya,” katanya.

Editor: Ryan Dagur

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img