Polemik Kehadiran Pembuat Mukjizat di Pagal, Cibal

“Ada yang bisu, sempat bisa bicara setelah diobati, tapi kemudian dia kembali seperti semula,” katanya. “Warga sepertinya dihipnotis,” lanjutnya.

Menurutnya, pasien sebenarnya tidak sembuh. “Hanya dibesarkan-besarkan ceriteranya,” katanya.

Ia menjelaskan, saat pertama kali tiba di Pagal, ketiga orang itu memang menawarkan pelayanan sosial.

“Mereka mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis,” katanya.

Ia menduga, taktik itu dipakai untuk merebut hati warga.

“Mereka ini menguasai jiwa masyarakat dahulu dengan pelayanan kesehatan gratis. Setelah itu, mereka minta bayaran. Mulai kemarin (Selasa), orang berlomba-lomba mengeluarkan uang dua ratus ribu,” tambahnya.

Warga tersebut yang mengaku tidak percaya dengan ketiga orang tersebut mengatakan, ia ragu, karena mengapa harus ke Pagal kalau mau mengadakan penyembuhan.

“Mengapa mereka tidak buat hal yang sama di Jawa sana. Mengapa harus di Pagal,” katanya.

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA