Polemik Kehadiran Pembuat Mukjizat di Pagal, Cibal

Pertanyakan Izin

Mengingat fenomena ini sudah mulai melahirkan perbantahan di tengah masyaraat, Romo Andre sudah melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

Hal itu untuk mengonfirmasi pengakuan dari ketiga orang tersebut yang mengklaim mengantongi surat izin untuk mengadakan mujizat penyembuhan dan mendapat dana dari pemerintah.

“Bila benar bahwa mereka didanai oleh negara, kira-kira kementrian kesehatan atau kementrian apa? Atau dinas kesehatan atau dinas apa yang men-support dana sebesar itu untuk pengadaan mujizat penyembuhan,” tegasnya.

Sementara itu Camat Lamber mengaku, pihaknya sudah memberikan izin pengobatan gratis selama 20 hari.

“Saya izin di lapangan (Lapangan Bea Waja – di tengah Pagal). Ternyata mereka buat di pasar. Mereka membawa surat keterangan polisi dari Solo. Bukan dari Polres Manggarai,” kata Camat Lamber.

Pada hari ini, Rabu, Romo Andre sudah melaporkan keberadaan tiga orang ini ke polisi di Polsek Pagal.

“Pak polisi sudah janji akan memeriksa mereka,” katanya.

Hingga laporan ini diturunkan, Floresa.co belum bisa meminta keterangan dari polisi. (Ardy Abba/ARL/Floresa)

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA