Pria di Kupang Ini Punya 52 Anak dan 212 Cucu

 

Yushe Dunga For Kompas.com (Deta Raya (72) bersama isti-istri, anak-anak, cucu dan cicit saat pose bersama di kediamannya).
Yushe Dunga For Kompas.com (Deta Raya (72) bersama isti-istri, anak-anak, cucu dan cicit saat pose bersama di kediamannya).

Floresa.co – Sebut saja namanya Deta Raya (72). Kakek yang satu ini sudah sangat terkenal di kampungnya karena selain menjabat sebagai Kepala Desa Waiha, Kecamatan Kodi Balghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Deta Raya juga memiliki 12 orang istri sah, 52 orang anak, 212 cucu, dan 3 orang cicit.

Betapa tidak, dengan kondisi fisiknya yang masih kuat, Deta Raya mampu menafkahi istri-istrinya, baik secara lahiriah maupun batiniah. Semua istrinya masing-masing dibelikan rumah dan kebutuhan pokok setiap hari.

Dua belas orang istri tinggal terpisah di dua dusun dalam satu desa (Desa Waiha). Namun, karena terlalu banyak memiliki anak, Deta Raya lupa nama dari sebagian besar anak-anaknya.

“Saya lupa nama anak saya yang lain karena terlalu banyak, sementara untuk 12 istri, saya tahu nama mereka semua,” kata Deta Raya kepada Kompas.com, Jumat (17/10/2014).

Menurut Deta Raya, 12 orang istrinya itu dinikahinya secara sah, baik secara adat maupun agama (Kristen Protestan). Namun, dari 12 orang istrinya itu, hanya tinggal sembilan orang karena tiga orang lainnya sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

“Tiga orang istri saya sudah meninggal, yakni istri pertama, ketiga, dan keenam. Sementara itu, yang lainnya masih setia mendampingi saya sampai sekarang,” ujarnya.

Deta Raya mengaku, semua istri yang dinikahinya tidak mempersoalkan hubungan mereka. Bahkan, ketika melamar istrinya yang baru, istri-istri terdahulu pun ikut menemani dan mengamini saja keinginan suami mereka.

“Mereka semua hidup rukun dan damai serta tidak ada masalah,” kata Deta Raya percaya diri.

Deta Raya merinci nama 12 orang istrinya. Mereka ialah Maria Wondawura (alm), Ribka Raborak, Elvi Filaloe (alm), Maria Mudawila, Paulina Kaleoba, Lidya Lowerei (alm), Apli Wondamete, Boroweda, Boromuda, Paulina Patikaka, Maria Wolopati, dan Yustina Dadilema.

Dengan kehidupan pribadinya seperti itu, kata Deta Raya, ia sempat juga dibicarakan banyak orang, termasuk oleh para pendeta yang pernah menanyakan alasan dirinya menikahi istri sebanyak 12 orang. Deta Raya pun menjawab bahwa ia ingin seperti Yesus Kristus, yang memiliki 12 orang murid-muridnya (rasul).

“Cara berpikir saya sedehana saja karena dalam Injil (kitab suci agama Kristen), murid Yesus ada 12 orang dan semuanya laki-laki sehingga untuk menggenapi secara manusia, saya kawin dengan 12 istri,” kata Deta Raya. 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Mahasiswa di Yogyakarta Galang Dana untuk Bantu Warga Adat di Sumba yang Rumahnya Terbakar

Sebanyak 10 rumah tradisional milik warga adat di Kampung Paletelolu, Kampung Baru, Kabupaten Sumba Barat terbakar pada 17 Februari

Caleg di Manggarai Timur Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Termasuk Penggelembungan Suara

Seorang Caleg ditulis mendapat 77 suara, padahal seharusnya 68. Petugas kemudian melakukan koreksi usai diprotes saksi

Bagaimana Ketimpangan Agraria Memicu Migrasi Warga  NTT?

Migrasi warga NTT ke berbagai daerah, termasuk ke luar negeri sebagai buruh migran bukan sekedar pilihan individu, tetapi dipicu ketimpangan agraria di wilayah pedesaan

[Hoaks] Pesan Berantai Pendaftaran Penerima Bansos Tambahan El Nino

Kementerian Sosial telah merespons pesan tersebut, menyebutnya sebagai hoaks