Warga Manggarai di Bali, Kumpul Dana untuk Keluarga Pasien Asal Matim

Bali, Floresa.co – Dukungan dana untuk membiayai pasien asal kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dirawat di rumah sakit di Bali terus mengalir.

Setelah remaja SMP/SMA di Labuan Bajo yang tergabung dalam Komunitas Pemuda-Pemudi Labuan Bajo Bersatu (PL2B) gelar aksi serupa pada Sabtu 1 April lalu, kini dikuti oleh komunitas Manggarai Sanur (KOMSA), kumpulan orang Manggarai di daerah Sanur dan Denpasar – Bali.

Baca: Remaja di Labuan Bajo Galang Dana untuk Bantu Pasien yang Kesulitan di Bali

Mereka mengumpulkan dana sejak kemarin (Kamis, 6/4/2017) dengan total yang terkumpul Rp. 1.700.000.

“Dana yang terkumpul itu, berkat uluran tangan dari anggota KOMSA dan orang Manggarai yang bekerja di Tourist Informasi dan Kantor Travel,” ujar Saverinus Matul, Kordinator KOMSA saat dihubungi Floresa.co, Jumat, 7 April 2017 sore.

Menurut Saverinus, penggalangan dana ini dilakukan selama bulan April ini, sampai seluruh biaya rumah sakit anak dari pasangan Leonardus Arveno dan Srilia Tango tersebut lunas dibayar.

“Berhubung pasien sudah keluar dari Rumah sakit, jadi komunitas kecil kami akan berkoordinasi dengan kelompok kecil lainnya untuk bisa kumpulkan kurang lebih 10 juta,” lanjutnya.

Baca: Kesulitan Biaya Medis, Warga Asal Matim di Bali Berharap Ada yang Membantu

Untuk menringankan beban keluarga pasien, perkumpulan yang beranggotakan sekitar 80 orang tersebut juga akan berkordinasi dengan organisasi orang NTT di Bali.

“Kami juga berharap agar IKatan Keluarga Besar (IKB) FLOBAMORA Bali dan Ikatan Keluarga Manggarai Bali bisa menjadi mediator bagi keluarga pasien dan rumah sakit agar nominal biayanya bisa dikurangkan,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan jika kegiatan ini bukan semata sebagai aksi mengumpulkan uang, tapi lebih dari itu sebagai ajakan kepada muda/i Manggarai untuk bisa memaknai hidup berkomunitas dan melakukan hal-hal positif.

“Kegiatan penggalangan dana ini bagian dari kepedulian kami sebagai anak muda Manggarai di Bali untuk melakukan hal-hal positif dengan membantu sesama perantau yang memiliki kesulitan ekonomi,” ujarnya. (Ario Jempau/ARJ/Floresa).

 

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA