Angka Putus Sekolah di NTT Tinggi

Floresa.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, partispasi pendidikan di provinsi beragam pulau itu masih sangat rendah.

“Hal itu terlihat dari masih tingginya angka berhenti sekolah. Artinya siswa setara SMP yang tiga tahun lalu menamatkan jenjang SMP tidak lanjut ke jenjang SMA atau sederajat,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Alo Min, Selasa, 2 Mei 2017, seperti dilansir Antara.

Dia menyebutkan bahwa dari sekitar 4.000 lulusan setara SMP sederajat pada tiga tahun lalu, harusnya di tahun ini semuanya telah mengikuti ujian akhir di setara SMA sederajat. Namun hal itu tidak terjadi.

“Itu artinya para siswa itu memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi,” katanya.

Menurut dia, hal ini menjadi bahan refleksi semua pihak pada hari peringatan pendidikan nasional, 2 Mei untuk bisa sama-sama mendorong kemajuan partisipasi di dunia pendidikan.

Persoalan lain dunia pendidikan di NTT, kata dia, adalah rendahnya jumlah dan mutu guru.

Ia pun menyebut hal ini dipicu oleh kurangnya alokasi anggaran untuk NTT.

Kata dia, ada banyak sarana dan prasarana pendidikan yang tidak layak dan belum bisa diperbaiki karena keterbatasan dana.

Dia mengatakan, perlakuan pengalokasian anggaran yang dijatahkan ke Provinsi NTT masihsama dengan sejumlah daerah yang hanya satu daratan saja. (ARL/Floresa)

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA