Kejati NTT Dalami Dugaan Penyimpangan Proyek Persemaian Modern di Labuan Bajo

Baca Juga

Floresa.co – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) sedang mendalami dugaan penyimpangan pengerjaan proyek persemaian modern di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Sedang didalami oleh penyidik,” kata Abdul Hakim, Humas Kejati NTT saat dihubungi Floresa, Rabu sore, 1 Maret 2023.

Ia mengatakan, sesuai temuan tim penyidik Kejati NTT, sekitar 22 item pekerjaan dalam proyek milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu yang diduga terjadi penyimpangan dalam pengerjaannya.

“Ada jalan hotmix yang baru dibangun tetapi sudah retak di sejumlah titik. Aspalnya terkelupas, sehingga diduga kuat pembangunan tidak sesuai spesifikasi pada kontrak. Begitu juga konstruksi beton, ada yang sudah retak dan tampak rusak,” katanya, menyebut salah satu item pekerjaan dalam proyek persemaian modern itu.

Proyek ini berlokasi di kawasan Hutan Bowosie, Wilayah Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo sekitar 16 Km arah timur dari Labuan Bajo.

Proyek persemaian modern yang dibangun di atas lahan 30 hektar ini dikerjakan oleh PT. Mitra Eclat Gunung Arta sejak Agustus 2021, dan menelan anggaran yang bersumber dari APBN sebesar 42 miliar rupiah lebih.

Abdul menyebut, hingga Agustus 2022, pengerjaan proyek ini belum tuntas, meski “sudah tiga kali diadendum.”

Menurutnya, saat ini Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTT telah memeriksa sejumlah saksi “yang berhubungan atau terkait kegiatan itu”, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana.

Proyek Persemaian Modern yang diklaim mendukung pariwisata super premium Labuan Bajo sebagai etalase Indonesia  ini merupakan salah satu hasil dari program 1000 kebun bibit desa yang tengah dijalankan KLHK di seluruh Indonesia.

“Program tersebut adalah instruksi Presiden Joko Widodo dalam upaya membudayakan kegiatan menanam di kalangan masyarakat untuk menghijaukan kembali daerah-daerah di Indonesia,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya saat mengunjungi lokasi proyek persemaian modern Labuan Bajo pada Minggu, 19 Januari 2020.

Persemaian modern ini disebut menyediakan tanaman endemik dan diperkirakan setiap tahunnya bisa memproduksi satu juta bibit tanaman.

Meski sejak awal ditentang oleh sejumlah kelompok sipil dan aktivis lingkungan, KLHK tetap melanjutkan proyek yang membabat hutan itu.

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kawan-kawan bisa berdonasi dengan cara klik di sini.

Terkini

spot_img