Lurah Wae Kelambu di Labuan Bajo Juga Diprotes Stafnya Sendiri Gara-Gara Bagi Uang Tak Adil

 

Pembagian uang insentif pajak bumi dan bangunan untuk staf Kelurahan Wae Kelambu
Pembagian uang insentif pajak bumi dan bangunan untuk staf Kelurahan Wae Kelambu

Labuan Bajo, Floresa.co – Siprianus Safrudin atau Sipri Parut Lurah Kelurahan Wae Kelambu di Labuan Bajo, Manggarai Barat tak hanya diprotes warganya. Tetapi stafnya sendiri juga tak puas dengan kinerjanya.

Staf Kelurahan Wae Kelambu Fransiskus Nasarius pernah melaporkan sang lurah ke Bupati Agustinus Ch Dulla terkait pembagian uang insentif pajak bumi dan bangunan tahun 2013 dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sebesar Rp 33 juta.

“Saya terpaksa lapor Lurah ke Bupati,baru kali ini saya lakukan seperti ini,”ujar Fransiskus di kediamannya, Minggu (15/3/2015).

Fransiskus menceritakan pada 5 Januari 2015, Lurah Siprianus membagikan amplop berisi uang kepada sejumlah staf kelurahan. Masing-masing amplop berisi Rp 1 juta.

Menurut Fransiskus pembagian uang tersebut tidak melalui musyawarah dengan para staf. “Menurut saya pembagian uang tersebut tidak melalui musyawara,dengan cara begini saya serahkan kembali amplop tersebut ke Pak Lurah,saya tidak tau yang lain apakah sudah serahkan kembali amplop tersebut,”tuturnya.

Menurutnya, pembagian insentif PBB tahun 2013 tersebut tidak sesuai ketentuan surat dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

“Hasil pajak Bumi Bangunan di kelurahan Wae Kelambu Rp 100 juta yang menagih di lapangan kami yang staf di Kelurahan. Dapat Insentif kami dari Dispenda Rp 33 juta. Pak Lurah Bagi ke Kami 9 orang masing-masing Rp 1 juta, kalau dikalikan untuk stafnya Rp 9 juta. Pak Siprinya Rp 24 juta. Itukan tidak adil. Kami di lapangan boleh setengah mati kerja,giliran dana insentifnya Pak Lurah lebih banyak,” ujarnya.

Sepak terjang lurah Wae Kelambu ini menjadi sorotan. Sebelumnya, sejumlah warganya juga mengadukan sang lurah ke Bupati dan DPRD karena lurah ini dituding melakukan pungutan liar dalam mengurus dokumen administrasi pertanahan.

Sang lurah juga dilaprokan atas tuduhan melakukan perjudian. Warganya menganggap itu sebagai perbuatan tak patut.

Sang lurah sudah membantah berbagai tuduhan tersebut. Terkait pungutan liar dan judi, dia mengatakan tidak melakukan hal itu.

Wakil Bupati Manggarai Barat Maksimus Gasa yang ditemui di rurang kerjanya Senin (16/03) mengatakan belum mengetahui sepak terjang lurah Wae Kelambu. Dia juga belum mendapatkan suarat pengaduan dari warga maupun masyarakat terkait sepak terjang sang lurah. “Saya belum ada surat masuk,sebainya teman wartawan tanya saja ke Bupati,”ujarnya.( Laporan Ril Ladur, kontributor Floresa.co di Labuan Bajo)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di sini.

TERKINI

BANYAK DIBACA

BACA JUGA