Pasca Ramainya Kelangkaan BBM, Pertamina Resmikan Terminal Khusus di Labuan Bajo

Pada Agustus, warga dan pelaku wisata di Labuan Bajo memprotes kelangkaan BBM yang terjadi berhari-hari

Floresa.co – Pertamina meresmikan terminal khusus di Labuan Bajo demi mempermudah distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di destinasi wisata super prioritas itu.

Peresmian itu berlangsung sebulan lebih pasca ramainya masalah kelangkaan BBM di Labuan Bajo selama berhari-hari dan menuai protes dari warga dan pelaku wisata.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra meresmikan Fuel Terminal Labuan Bajo itu di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Kecamatan Komodo pada 2 Oktober.

Fuel terminal itu berkapasitas 488 kiloliter dengan delapan tangki untuk produk Pertamax dan Pertamina Dex.

Fuel terminal itu akan melayani kebutuhan empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan di sekitar wilayah Labuan Bajo.

Keempat SPBU itu di antaranya SPBU Wardun dan SPBU Gorontalo – keduanya terletak di Desa Gorontalo –, SPBU Prundi di Kelurahan Wae Kelambu serta SPBU Merombok di Desa Golo Bilas.

Sementara itu, satu-satunya SPBN terletak di Kampung Tengah, Kelurahan Labuan Bajo. 

Mars berkata, kehadiran Fuel Terminal Labuan Bajo akan membuat distribusi pasokan BBM di wilayah tersebut lebih efisien dan cepat.

Selama ini, kata dia, pasokan BBM di Labuan Bajo berasal dari Terminal BBM di Reo, Kabupaten Manggarai yang terpaut 193 kilometer. 

“Dengan hadirnya Fuel Terminal Labuan Bajo, sistem distribusi energi di Pulau Flores semakin kuat dan merata. Pertamina Patra Niaga yang memastikan energi tersedia dan terjangkau hingga ke destinasi wisata super prioritas,” katanya.  

Mars berkata, ketersediaan energi Fuel Terminal Labuan Bajo akan menciptakan multiplier effect untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal dan memperkuat daya saing daerah. 

Kini, “Labuan Bajo melengkapi jaringan infrastruktur energi di Pulau Flores” setelah sebelumnya Pertamina mengoperasikan empat Fuel Terminal di Reo, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. 

Ia menambahkan, Pertamina juga telah membangun dan meningkatkan infrastruktur terminal BBM dan Liquefied Petroleum Gas (gas minyak cair) di Kupang untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan energi nasional di NTT. 

Menjawab Masalah

Peresmian fuel terminal itu terjadi usai Labuan Bajo mengalami krisis BBM pada pertengahan Agustus. 

Akibatnya, warga berhari-hari antre di SPBU hingga kapal wisata tidak bisa berlayar. 

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyebut kehadiran fuel terminal itu merupakan jawaban nyata atas masalah kelangkaan BBM tersebut.

Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dunia, katanya, membutuhkan dukungan energi yang memadai, terutama untuk kapal-kapal wisata. 

“Kehadiran fuel terminal dipandang untuk membelanjakan masalah terkait stok BBM,” katanya. 

“Pasokan BBM melalui laut di Pelabuhan Wae Kelambu akan lebih aman dari risiko hambatan darat seperti longsor,” tambahnya. 

Edistasius berkata, kehadiran fuel terminal itu juga dapat memberi dampak positif bagi sektor pertanian. 

“Kebutuhan untuk mesin pertanian seperti hand tractor dan mesin perontok padi sumber energinya dari BBM,” katanya. 

Terkait kelangkaan BBM beberapa bulan lalu, Mars menyatakan “kami mohon maaf apabila selama ini pelayanan kami ada yang kurang.” 

“Kami masih sering mendengar keluhan masyarakat di Labuan Bajo khususnya dalam hal memberikan pelayanan dukungan wisata super prioritas di Labuan Bajo,” katanya.

Ia mengaku sedih ketika kelangkaan BBM di Labuan Bajo menyebabkan sejumlah wisatawan membatalkan kunjungan ke Taman Nasional Komodo.

“Bahkan, kadang kami juga merasa sedih ketika ada wisatawan sudah datang tiba-tiba kesulitan mencari bahan bakar,” katanya.

Terminal BBM Labuan Bajo dibangun di atas lahan seluas 6.100 meter persegi.

Untuk tahap awal, kapasitasnya 500 ribu liter, yang rencananya akan ditingkatkan hingga mencapai dua juta liter.

“Mudah-mudahan dengan adanya terminal BBM di Labuan Bajo ini menjadi solusi buat Kabupaten Manggarai Barat dan tentunya juga mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Mars.

Editor: Herry Kabut

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA