Usai Dua Hari Pencarian, Warga yang Hilang Akibat Longsor di Manggarai Timur Belum Ditemukan 

Cuaca buruk jadi penghambat operasi Tim SAR Gabungan

Floresa.co Usai dua hari operasi pencarian, warga yang hilang akibat tertimbun longsor di Manggarai Timur belum berhasil ditemukan.

Dua warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda itu masing-masing Theresia Resem (47) dan Yustina Mira (19).

Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo, Fathur Rahman menjelaskan operasi pencarian hari kedua pada 24 Januari dilakukan dengan metode penyisiran dan penggalian di sekitar lokasi kejadian.

Ia berkata, penyisiran intensif yang dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 Wita belum membuahkan hasil. 

“Operasi kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 hingga 17.00 dengan hasil yang sama, nihil,” katanya dalam siaran pers yang diterima Floresa.

Sekitar pukul 17.45, kata dia, Tim SAR Gabungan memutuskan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan mulai pukul 06.00 pada 25 Januari.

Selain tim dari Pos SAR Manggarai Barat, beberapa institusi yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai Timur, aparat Kecamatan Lamba Leda, Puskesmas Benteng Jawa, aparat Desa Goreng Meni, aparat kepolisian dan TNI, serta puluhan warga setempat.

Ia berkata, sejumlah peralatan turut dikerahkan, termasuk truk personel, peralatan SAR darat dan evakuasi, serta perlengkapan medis.

“Adapun kendala yang dihadapi tim di lapangan antara lain cuaca hujan disertai angin dan kabut, akses menuju lokasi yang masih tertutup longsor, serta adanya beberapa titik longsoran lain di wilayah sekitar,” katanya.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan,” lanjutnya.

Tanah longsor terjadi di wilayah itu sekitar pukul 15.00 pada 22 Januari usai hujan lebat mengguyur sejak sehari sebelumnya.

Upaya evakuasi mandiri oleh warga semula berhasil menemukan dua warga, Albina Ria dan anaknya Apri Nikolaus Acan, dalam keadaan selamat. 

Namun Albina akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 01.00 dini hari pada 23 Januari di Puskesmas Benteng Jawa.

“Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan warga dua dusun di Desa Goreng Meni terpaksa mengungsi, yakni Dusun Sosor Alo tercatat sebanyak 90 kepala keluarga, sementara Dusun Buru Pote sebanyak 137 kepala keluarga,” kata Camat Lamba Leda Vitalis Edmundus Lana.

Dalam beberapa video yang tersebar di media sosial, tampak timbunan tanah yang amblas dari lereng bukit menutup area persawahan, rumah hingga jalan raya.

Selain itu tanah juga menimbun satu unit gedung serta halaman di antara Sekolah Dasar Katolik Meni dan Kapela Stasi Santu Benediktus.

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img