Guru SMA Katolik di Manggarai Timur Protes Pemotongan Gaji Sepihak, Imam Ketua Yayasan Menolak Ditemui

Aktivitas sekolah dihentikan sementara, Yayasan janji bahas dalam rapat internal pada 11 Februari

Floresa.co – Sejumlah guru dan siswa di salah satu SMA Katolik di Kabupaten Manggarai Timur menggelar aksi protes terkait kebijakan pemotongan gaji yang dilakukan secara sepihak oleh yayasan, berujung penghentian sementara kegiatan belajar mengajar hingga 10 Februari.

Aksi protes itu dilakukan guru dan siswa SMA Katolik Pancasila Borong di Kantor Yayasan Sukma Manggarai Timur (Yasukmatim) pada 9 Februari. Para guru termasuk yang berstatus ASN, honorer, hingga pegawai atau tenaga kependidikan.

Video aksi tersebut beredar luas di media sosial, semula direkam dan diunggah akun Facebook Yulty Asul, salah seorang guru yang ikut memprotes ke Yasukmatim. 

Dalam video berdurasi lebih dari satu menit itu, tampak para guru bersama ratusan siswa berjalan kaki dari sekolah menuju Kantor Yasukmatim yang berjarak sekitar satu kilometer ke arah utara

Dalam perjalanan, mereka sembari berdoa.

“Semua penjasa SMAK Pancasila Borong, tolong sertai langkah kami pada siang hari ini,” demikian kata-kata mereka sebelum ditutup dengan tanda salib.

Yulty Asul juga menulis pesan dalam takarir video itu yang ditujukan kepada misionaris yang juga pendiri sekolah, Pater Stanis Wyparlo, SVD.

“Dear anak-anak kami, terimakasih banyak Nak, sudah memilih lembaga SMAK Pancasila Borong. Pater Stanis Wyparlo tolong dengar keluh kesah kami yang mengabdi di lembagamu.”

Setibanya di depan kantor yayasan, rombongan bersorak, lalu masuk dan duduk di lantai salah satu ruangan.

Para guru menyatakan kedatangan mereka untuk mempertanyakan kebijakan pemotongan gaji yang dilakukan sepihak tanpa alasan yang jelas.

“Kami datang untuk mempertanyakan alasan gaji kami dipotong sepihak. Gaji kami sudah jauh di bawah UMR atau UMP, malah masih dipotong lagi. Ini sangat tidak masuk akal,” kata seorang guru honorer yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, seperti dilansir Suaraburuh.com.

Menurut keterangan para guru, Ketua Yasukmatim, Romo Simon Nama, berada di ruang pribadinya namun menolak menemui mereka.

“Romo Simon tidak mau menemui para guru. Ia hanya bersedia bertemu jika Kepala Sekolah SMAPAN – sebutan untuk sekolah itu – hadir. Sementara Romo Kepala Sekolah sedang berada di luar kota,” ungkap guru tersebut.

Ketua Yasukmatim sekaligus Vikaris Episkopal Borong, Romo Simon Nama saat meninggalkan jurnalis yang hendak mewawancarainya di kantor yayasan itu pada 10 Februari 2026. (Dokumentasi Floresa)

Selain SMA Katolik Pancasila, yayasan yang dipimpin Romo Simon yang juga Vikaris Episkopal atau wakil Uskup Ruteng di Borong itu juga mengelola beberapa satuan pendidikan mulai TK hingga SMA di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Yayasan itu mekar dari Yayasan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng (Yasukma) yang berkedudukan di Ruteng, Kabupaten Manggarai sejak akhir 2021.

Salah seorang guru di bawah Yasukmatim yang meminta identitasnya dirahasiakan ikut menyoroti pengelolaan keuangan yayasan itu. 

“Semua uang siswa diserahkan ke yayasan. Mereka yang atur sendiri di sana, sementara gaji kami dipotong juga. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Floresa menghubungi Kepala SMA Katolik Pancasila Romo Pankrasius Wahu Nudan melalui pesan WhatsApp pada 10 Februari untuk meminta klarifikasi terkait alasan pemotongan gaji dan sikapnya terkait aksi para guru.

“Langsung ke yayasan saja. Besok baru pertemuan internal yayasan,” jawabnya singkat.

Floresa juga mendatangi Kantor Yasukmatim pada 10 Februari.

Saat ditemui setelah keluar dari ruangan rapat bersama salah satu dinas, Romo Simon hanya mengatakan “esok baru badan pengurus rapat, seperti itu. Selesai. Itu saja dulu.”

“Keterangannya jangan mendahului hasil rapat,” katanya sambil berjalan ke ruangannya.

Ketika ditanya soal waktu pertemuan, ia menegaskan, “kalian tidak boleh hadir. Itu rapat internal.”

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA