Floresa.co – Jumat pagi, 5 Juni 2026, salah satu jurnalis kami menemukan sebuah kresek berisi tiga kepala ayam yang sudah busuk di depan pintu kantor kami di Labuan Bajo.
Di kafe yang berdampingan dengan kantor, ditemukan pula lima butir telur ayam kampung yang pecah berserakan di lantai.
Kami belum tahu siapa yang membawanya. Namun kami waspada karena ini bukan kejadian yang berdiri sendiri.
Pada 13 Mei lalu, salah seorang editor kami menerima pesan bernada intimidatif dari seseorang yang mengaku dari institusi kepolisian.
Orang itu mengirimkan data pribadi sang editor dan meminta penghapusan tiga konten media sosial kami yang berkaitan dengan film dokumenter Pesta Babi.
Ia menulis: “Apabila dalam jangka waktu dekat konten yang dimaksud belum terhapus, maka proses akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya.”
Kami memilih mengabaikannya karena ketiga konten itu adalah produk jurnalistik. Kalau hendak dipersoalkan, ada jalur resmi yang berlaku.
Kami tidak bisa memastikan apakah kepala ayam dan telur itu adalah bagian dari teror. Kami tidak memiliki CCTV.
Bisa jadi ada anjing yang membawanya, kendati kami ragu karena kreseknya diikat rapi.
Kami mencatat keduanya sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu kami waspadai.
Floresa adalah media independen. Kami meliput apa yang penting diliput, termasuk hal-hal yang membuat sebagian pihak mungkin merasa tidak nyaman.
Kami tidak akan berhenti. Kami akan terus bekerja, karena sejak berdiri pada 2014, kami senantiasa meyakini bahwa mandat jurnalisme adalah melayani kepentingan publik.
Tim Floresa



