Akun Facebook yang Punya Jejak Dukung Bupati Manggarai Gerilya Tuding Floresa Sebar Hoaks soal Berita Dugaan Suap Jaksa

Akun itu terlacak beberapa kali mengunggah konten yang mendukung bupati dan klaim telah terjadi perubahan di Manggarai

Floresa.co – Salah satu akun Facebook gerilya menyebarkan tudingan bahwa berita Floresa soal dugaan suap para jaksa yang menyeret bupati dan para pejabat dinas adalah hoaks.

Akun atas nama Nona Ristyn itu terpantau memberi komentar pada unggahan di Halaman Facebook Floresa dan di sejumlah grup Facebook.

Dalam salah satu unggahannya di Halaman Facebook Floresa pada 14 November ia menulis komentar: floresa demi rating tinggi gemar sebar berita HOAX TAI…. Andal diduga diduga, diduga…yg post sementara dipantau.

Komentar itu muncul dalam unggahan berita tentang jurnalis Floresa yang memberi keterangan kepada Bidang Pengawasan NTT saat pemeriksaan terhadap para jaksa terkait kasus ini.

Tangkapan layar komentar tersebut kemudian ia bagikan ke Grup Facebook “Forum Rakyat Peduli Manggarai- FRPM,” dengan komentar serupa.

Nona Ristyn juga mengunggah komentar yang sama di Grup Facebook “Manggarai Timur Bebas Berpendapat.”

Namun di grup itu ia melampirkan gambar berita soal pengakuan kontraktor yang membenarkan bahwa ia berbicara dalam rekaman yang mengungkap dugaan suap tersebut.

Unggahan Nona Ristyn di Grup Facebook “Manggarai Timur Bebas Berpendapat.”

Unggahan Nona Ristyn direspons anggota grup dengan mempertanyakan tudingannya.

“Minimal anda sampai data yang bisa membatah berita diatas. Kalau cuma bilang Hoax tapi Tampa data sapa percaya. Setiap Kasus memang harus diawali dugaan lanjut ke pemeriksaan dan pembuktian,” tulis salah satu anggota Grup FRPM.

Akun lain berkomentar: “buzzer penguasa Uda mulai panas,ayo ngopi guys…”

Pengguna Facebook lainnya menulis bahwa Floresa “menunjukkan keberanian dan integritas sebagai media yang independen.”

“Mereka tidak takut mengangkat fakta-fakta yang disembunyikan penguasa. Ini adalah bukti bahwa pers yang kredibel masih eksis dan berpihak pada kepentingan publik, bukan kekuasaan,” tulis salah satu anggota grup.

Terkait beberapa komentar yang mempertanyakan tudingannya, Nona Ristyn menjawab dengan nada ancaman: “nama anda sedang dipantau.”

Beberapa respons atas unggahan Nona Ristyn.

Pemimpin Redaksi Herry Kabut berkata tudingan akun itu adalah bagian dari upaya mendiskreditkan karya jurnalistik Floresa.

“Kami pastikan bahwa semua laporan yang ditulis terkait kasus ini merujuk pada fakta-fakta yang telah kami peroleh, verifikasi dan konfirmasi,” katanya.

Ia juga berkata, tudingan akun itu adalah bentuk serangan digital yang bisa saja dipidana terkait penyebaran berita bohong.

“Floresa tidak antikritik dan bahkan butuh kritik demi perbaikan, tapi tidak dengan fitnah seperti itu,” katanya.

Jejak Dukung Nabit

Dari hasil pelacakan digital, akun itu menggunakan gambar seorang perempuan pada profilnya. Ia juga kerap mengunggah foto-foto perempuan lainnya dengan komentar bernada seksis dan merendahkan perempuan.

Pada linimasanya, ia terekam pernah mengunggah pernyataan dukungan pada pasangan Bupati Herybertus GL Nabit dan Wakil Bupati Fabianus Abu.

Dalam unggahannya pada 14 November 2024 misalnya, ia menulis “Hery faby 86 for Manggarai” beserta cuplikan video para pendukung Nabit-Abu.

Unggahan Nona Ristyn pada 14 November 2024.

Ia juga terlacak pernah mengunggah konten yang berisi klaim telah melaporkan salah satu akun Facebook karena dituding membeberkan hoaks tentang perubahan di Kabupaten Manggarai. Perubahan merupakan slogan Nabit saat pilkada.

Nona Ristyn menulis: “Sy telah melaporkan akun orang yg tertera difoto. Kontennya kerap membeberkan berita HOAX secara khusus tentang perubahan KAB. MANGGARAI. tolong di-block konten orang ini.

Mengapa Nabit Diseret?

Bupati Nabit sedang terseret kasus dugaan suap sejumlah jaksa di Kejaksaan Negeri Manggarai untuk menghentikan penyidikan kasus proyek bawang merah di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi NTT telah memeriksanya di Kupang pada 13 November setelah sejumlah pihak lainnya diperiksa sehari sebelumnya, termasuk para jaksa.

Dugaan keterlibatan Nabit dalam kasus itu terungkap dalam rekaman percakapan antara Herman Ngana, pemilik CV Virin dan Gregorius LA Abdimun, eks PPK yang juga ASN pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai.

Herman bersama isterinya Maria Veronika Bunga, pemilik CV Kurnia mengerjakan proyek pengadaan benih bawang merah pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari dana APBD Rp1,4 miliar tahun anggaran 2023.

Sementara Gregorius yang meneleponnya untuk menanyakan trik mendekati jaksa untuk mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus bawang kini tengah tersandung kasus dugaan korupsi proyek gedung di RSUD Ruteng.

Dalam rekaman percakapan, Herman memberi tahu Gregorius jumlah setoran yang diberinya bersama Nabit, Livinus dan Ami kepada sejumlah jaksa, termasuk Fauzi, Kepala Seksi Pidana Khusus Leonardo Krisnanta Da Silva atau Ardo dan anak buahnya Willy Harum serta “orang Kupang” yang diduga merujuk Kepala Seksi Humas Ronal Kefi Nepa Bureni.

Nabit, kata Herman, menyetor Rp100 juta secara tunai melalui anak buahnya, jumlah yang sama dengan dirinya. Sementara Livinus menyetor Rp35 juta dan Ami menyetor cekoe-cekoe atau sedikit-sedikit.

Sama seperti Fauzi, Nabit tak merespons saat dihubungi Floresa untuk berita pada 31 Oktober untuk berita kasus ini dan menjadi rujukan bagi Kejati NTT melakukan pengusutan.

Sementara itu, Herman yang saat diwawancarai Floresa menyebut rekaman itu merupakan rekayasa buatan Gregorius akhirnya mengakui bahwa suara dalam rekaman benar adalah dirinya.

Christofel Heberon Mallaka, Pemeriksa Tindak Pidana Khusus dan Pidana Militer Kejati NTT menghubungi Floresa pada 13 November malam memberitahu bahwa hasil pemeriksaan ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Chris merupakan orang yang juga meminta keterangan dua editor Floresa pada 12 November terkait isi berita kasus ini.

Editor: Ryan Dagur

Laporan kami lainnya terkait perkembangan penanganan kasus ini bisa dibaca di sini: Dugaan Skandal Suap Jaksa di Manggarai

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img