Kelompok Advokat Adat Siap Kawal Prahara Tambang Tumbak

Warga Tumbak sedang berada di lahan mereka yang hendak ditambang oleh PT Aditya Bumi Pertambangan (Foto: Floresa/Irvan Kurniawan)
Warga Tumbak sedang berada di lahan mereka yang hendak ditambang oleh PT Aditya Bumi Pertambangan (Foto: Floresa/Irvan Kurniawan)

Ruteng, Floresa.co – Tambang Mangan milik PT Aditya Bumi Pertambangan (ABP) yang terdapat di lingko, tanah komunal masyarakat Kampung Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang hingga kini masih bermasalah akan siap dikawal ketat oleh Persatuan Advokat Adat Nusantara (PADAN).

PADAN menyatakan tidak akan menutup mata dengan semua jenis penyerobotan tanah adat masyarakat. Mereka menilai, dalam kasus Tumbak, warga menjadi korban konspirasi antara Pemkab Matim dengan investor tambang.

Agutinus Dawarja, Presiden PADAN mengaku kecewa dengan Pemkab Matim karena dinilai tidak mampu menjaga daerahnya dari monster tambang.

“Atau jangan-jangan, Pemkab Matim juga sudah menjadi bagian dari monster tambang? PADAN mendesak Pemda Matim untuk tidak main-main dengan tanah adat masyarakat. Tanah itu sumber kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi”, katanya dalam siaran pers yang diterima Floresa, Jumat (19/9/14) malam.

“Pemda mudah saja mengeluarkan izin tanpa mengetahui prosedural hukumnya seperti apa.”

Selain kecewa dengan Pemkab Matim, PADAN juga menyesal terhadap prilaku kasar oknum kepolisian terhadap Pastor Simon Suban Tukan SVD, Kordinator JPIC SVD-Ruteng pada Sabtu (13/9/14) lalu saat sedang melakukan aksi penolakan tambang bersama warga Tumbak.

Sebagaimana diberitakan, izin tambang mangan PT ABP diterbitkan oleh Bupati Yosef Tote dengan nomor keputusan HK/81/2009 seluas 2.222 hektar.

Dalam peta IUP yang diterbitkan pada 27 Agustus 2009 dan berakhir pada 27 Agustus 2019, lokasi lingko warga Tumbak tidak termasuk dalam wilayah izinan.

Data yang dihimpun Floresa, hanya wilayah Satar Teu, Lengko Lolok, Waso dan Cembak yang termasuk dalam peta izinan.

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di sini. Gabung juga di grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini.

TERKINI

BANYAK DIBACA

BACA JUGA