Anak di Manggarai Barat Kehilangan Penglihatan Usai Operasi, Rumah Sakit Siloam Sebut Pengobatan Masih Berjalan

Operasi berlangsung pada April dan masa kontrol akan berakhir pada Oktober

Floresa.co – Natalia Virginia Putri menjalani operasi mata di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat empat bulan lalu.

Kini, anak berusia 12 tahun asal Kampung Wae Mege, Desa Watu Tiri, Kecamatan Lembor Selatan itu kehilangan penglihatan pada mata kanan, menurut ayahnya, Adolfus Ivon.

Ditemui Floresa di rumah sakit itu, Adolfus, 43 tahun, bercerita, mata kanan Putri dioperasi oleh dokter Alif Reza Faizal pada 14 April.

Namun, dua hari kemudian, mata Putri semakin merah dan berdarah.

Ia mengadukan hal tersebut kepada Alif saat kontrol pertama pada 21 April. 

Dokter tersebut, katanya, hanya melihat sepintas kondisi mata Putri, lalu meminta perawat memberikan obat.

Hingga Putri menjalani kontrol kedelapan pada 18 Agustus, kondisi mata Putri semakin memburuk hingga kehilangan penglihatan.

“Saya bingung, kenapa kondisi Putri tidak kunjung membaik. Padahal, saya membawa Putri untuk dioperasi agar penglihatannya kembali pulih,” katanya.

Saat kontrol, katanya, Alif hanya memberi tahu bahwa “di mata kanan Putri masih ada jahitan yang belum dibuka.”

Jahitan tersebut baru akan dibuka pada akhir masa kontrol Oktober mendatang.

Berbicara kepada Floresa pada 19 Agustus, Direktur Rumah Sakit Siloam, dokter Christian R. Tilaar berkata “saat ini, pasien (tersebut) masih dalam proses berobat jalan.”

Ia mengklaim pihaknya sudah mengikuti semua prosedur yang ada dan “kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik.”

Bermula dari Kecelakaan Saat Bermain

Menurut Adolfus, mata Putri tertusuk kawat ketika bermain bersama teman-temanya pada 2021 saat ia kelas IV SD.

Ia lalu membawanya berobat ke Puskesmas Lengkong Cepang, Kecamatan Lembor Selatan.

Selama satu hari di puskesmas itu, katanya, dokter hanya membersihkan darah pada matanya, lalu meminta agar dirujuk ke Rumah Sakit Siloam.

Ia tidak mengurus rujukan itu, lalu membawa Putri ke Rumah Sakit Siloam karena melihat ada bintik berwarna putih pada matanya.

Atas saran kerabatnya, ia membawa Putri ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Seorang dokter yang memeriksanya memberitahu bahwa “kalau dioperasi, hasilnya bisa baik, bisa juga tidak baik.”

“Saya ragu dengan jawaban dokter waktu itu. Saya takut anak saya benar-benar kehilangan penglihatan sehingga saya memutuskan untuk membawa Putri kembali ke kampung,” katanya.

Pada awal April, kata Adolfus, penglihatan Putri kabur, hal yang membuatnya kembali membawa Putri ke Puskesmas Lengkong Cepang pada 7 April.

Leonita Alfy, dokter yang bertugas di puskesmas itu, meminta agar Putri dirujuk ke Rumah Sakit Siloam. 

Dua hari kemudian, Adolfus menerima surat rujukan dari dokter itu, lalu mengantar Putri pada 13 April untuk operasi.

Editor: Herry Kabut

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA