Satgas MBG Manggarai Barat Ajak Pelaku Usaha Lokal Jadi Mitra di 43 Titik

Baru empat dapur yang sudah beroperasi di Manggarai Barat, semuanya dikelola kroni Partai Gerindra

Floresa.coSatuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) di Kabupaten Manggarai Barat mengajak pelaku usaha dan investor lokal untuk menjadi mitra dalam program itu.

Ajakan itu muncul di tengah sorotan soal mitra MBG di Labuan Bajo yang semuanya dikendalikan oleh kroni Partai Gerindra.

“Kami mengajak pengusaha lokal, koperasi, maupun kelompok masyarakat untuk ikut berperan,” kata Ketua Satgas MBG Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo dalam pengumumannya pada 19 Oktober.

“Selain berkontribusi pada pembangunan gizi anak bangsa, program ini juga membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal,” tambahnya.

Ia mengumumkan, proses pendaftaran dan kelengkapan dokumen untuk membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 43 titik dilakukan lewat formulir daring pada tautan ini: https://shorturl.at/O0EQ5. Ia juga melampirkan pedoman teknis kemitraan pada tautan ini: https://shorturl.at/pw57G.

Menjadi mitra MBG, kata dia, tidak hanya membantu mempercepat pembangunan fasilitas gizi, “tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, koperasi dan UMKM.”

MBG, kata Sodo, merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memastikan anak-anak di seluruh pelosok memperoleh asupan gizi yang cukup, sehat dan terjangkau. 

Camat di Kabupaten Manggarai Barat juga diminta aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi calon mitra di wilayah masing-masing. 

“Kecamatan sasaran meliputi Komodo, Mbeliling, Sano Nggoang, Lembor, Lembor Selatan, Welak, Boleng, Macang Pacar, Pacar, Kuwus Barat, dan Ndoso,” kata Sodo, yang juga Sekretaris Daerah Manggarai Barat.

Ia menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, sekolah hingga masyarakat. 

“Kita ingin menjadikan MBG bukan sekadar program pusat, tetapi gerakan bersama seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk mencetak generasi sehat, cerdas dan berdaya saing,” katanya.

Ajakan ini muncul di tengah kritik bahwa program tersebut di Labuan Bajo dikuasai para kader Partai Gerindra. 

Laporan  Floresa pada 16 Oktober berjudul “Anak Anggota DPRD hingga Menantu Wakil Bupati; Kroni Partai Gerindra dalam Dapur MBG di Labuan Bajo” mengungkap fakta soal empat SPPG di Labuan Bajo yang sudah beroperasi dan semuanya dikelola kroni partai itu.

Rivaldo Theobaldus Jehabut, anak Kanisius Jehabut, Anggota DPRD Manggarai Barat dan kader Gerindra tercatat mengelola SPPG Macang Tanggar. 

Dapurnya bernaung di bawah Yayasan Bangkit Mulia Mabar.  Ketua yayasan itu adalah Hironimus Suhardi, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Manggarai Barat periode 2022-2027. 

Yayasan itu juga menaungi SPPG lainnya di Golo Koe yang berada di rumah Fidelis Sukur, juga Anggota DPRD Manggarai dari Gerindra.

Selain SPPG Macang Tanggar dan SPPG Golo Koe, laporan itu juga menyebut soal SPPG Wae Mata yang dikelola Lusia Claudia Sabrina Beni, menantu dari Wakil Bupati Yulianus Weng dan SPPG Batu Cermin yang dikelola oleh Kosmas Semen Janggat. Weng dan Janggat juga sama-sama kader Gerindra.

Sodo menampik bahwa pengumuman Satgas merespons sorotan soal dominasi kader Gerindra yang mengelola dapur.

“Ini tindak lanjut penetapan SPPG khusus 3T sesuai Surat Badan Gizi Nasional, di mana Kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebanyak 43 SPPG terpencil,” katanya kepada Floresa.

Ia merujuk pada Surat Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 214 Tahun 2025.

“Kami di Satgas MBG siap mengawal agar program ini benar-benar menyentuh anak-anak di pelosok, terutama di daerah yang selama ini sulit dijangkau,” katanya.

Editor: Ryan Dagur

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img