Floresa.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menyampaikan klaim berbeda dengan Penjabat Sementara Sekretaris Daerah, Lambertus Paput terkait polemik poster agenda Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang mematok biaya pendaftaran hingga ratusan ribu rupiah bagi peserta.
Sementara Paput menyatakan kegiatan tersebut diadakan oleh lembaga non-pemerintah, panitia dari Dinas Kesehatan menyebut mereka sendiri sebagai inisiator, kendati tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Dalam pernyataannya yang dikutip beberapa media seperti Swarantt.net dan Realitantt.com, Paput berkata agenda tersebut sepenuhnya merupakan kegiatan swasta atau organisasi dan Pemda tidak terlibat sebagai sponsor. Ia tak menyebut rinci nama organisasi yang dimaksud.
Paput juga meminta Dinas Kesehatan mencopot logo Pemda Manggarai pada poster tersebut agar “jangan sampai jadi sorotan.”
Dalam poster kegiatan bertajuk Beyond Genius untuk anak usia 6-12 tahun yang beredar luas di media sosial, panitia mencantumkan biaya pendaftaran sebesar Rp250.000 per anak.
Dana itu disebut “sudah termasuk makan dan minum, properti dan snack.”
Pada bagian kiri poster tersebut, tampak foto Kepala Dinas Kesehatan, Jefrin Haryanto – bernama lengkap Safrianus Haryanto Djehaut – dengan atribusi sebagai “praktisi psikologi dan trainer bersertifikat nasional.”
Apresiasi Dinas untuk Tenaga Kesehatan
Jefrin yang dihubungi Floresa pada 3 November berkata akan menggelar rapat dengan panitia kegiatan sebelum mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik tersebut.
Ia lalu mengarahkan untuk menghubungi Abe Nggebu, ketua panitia yang juga staf pada kantor dinas tersebut.
Kendati mengakui agenda itu bukan program rutin yang didukung Pemda dan Pemerintah Pusat, Abe menjelaskan kegiatan Beyond Genius itu diinisiasi oleh panitia HKN Dinas Kesehatan.
“Seluruh jenis kegiatan diinisiasi oleh panitia penyelenggara dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada,” katanya.
Ia menjelaskan, selain Beyond Genius, agenda HKN 2025 juga diisi lomba promosi kesehatan dengan konten edukatif bagi petugas puskesmas dan pelajar SMA/SMK/MA, jalan sehat reflektif, pengecekan kesehatan gratis, donor darah hingga launching Program Inovasi “PELUK SEHAT” dari dinas.
Abe berkata, Beyond Genius merupakan bentuk apresiasi Dinas Kesehatan untuk tenaga kesehatan atau nakes, yakni dengan pelatihan aktivasi otak tengah untuk anak-anak para nakes yang berusia 6-12 tahun.
Sementara keterlibatan Jefrin, kata dia, adalah sebagai pribadi yang juga “mitra pihak ketiga,” menyebutnya sebagai “pribadi yang berkompeten, terlatih dan bersertifikat.”
“Mentoring gratis dari Kadis bagian dari sumbangan untuk Perayaan Hari Kesehatan Nasional, apresiasi dan reward untuk nakes,” katanya.
Terkait kewajiban membayar biaya pendaftaran Rp250.000, ia berkata dana tersebut “benar-benar untuk membiayai kebutuhan peserta itu sendiri, seperti makan siang dan snack selama full berkegiatan dua hari, alat dan bahan praktik anak dan kelengkapan lain untuk kebutuhan anak itu sendiri.”
Ia mengklaim jika kegiatan tersebut diikuti secara reguler, mitra penyelenggara membutuhkan biaya hingga Rp4 juta per anak.
Abe juga berkata, panitia sudah menghapus logo Pemda Manggarai pada poster terbaru mereka “sesuai arahan pimpinan”.
Floresa juga menghubungi Paput pada 3 November pagi dan sore, namun ia tak merespons pesan WhatsApp dan panggilan telepon.
Editor: Ryan Dagur





