Floresa.co – Polda NTT berjanji menindak tegas seorang polisi yang diduga menganiaya dua rekannya sebagaimana terekam dalam video yang viral di media sosial.
Kepala Bidang Humas Kombes Pol Henry Novika Chandra mengklaim pihaknya telah mengambil langkah cepat menangani kasus ini yang melibatkan Bripda Torino Tobo Dara dengan korban KLK dan JSU. Keduanya merupakan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT.
Seluruh proses penanganan kasus itu, kata dia, berada dalam atensi penuh dan kendali langsung Kapolda Irjen Pol Rudi Darmoko.
“Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin maupun etika, khususnya yang berkaitan dengan tindakan kekerasan,” katanya.
Kasus tersebut terungkap dalam sebuah video berdurasi 26 detik yang beredar luas di media sosial pada 14 November.
Dalam video itu, tampak Torino menganiaya kedua korban secara bergantian menggunakan tangan, lengan dan kaki hingga salah satu dari mereka hampir jatuh.
Henry mengklaim Kapolda telah memberikan arahan tegas agar kasus ini ditangani tuntas oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).
Propam telah mengamankan dan menginterogasi Torino setelah video itu beredar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, katanya, penganiayaan terjadi karena Torino kesal dengan kedua korban yang kedapatan merokok.
Propam telah memeriksa saksi kunci Bripda GP yang merekam kejadian tersebut.
Saat kejadian, kata Henry, Torino dan GP berada di SPN Polda NTT sebagai personel Bawah Kendali Operasi karena keduanya merupakan anggota drum band Turangga.
“Hasil pemeriksaan medis terhadap KLK dan JSU tidak menunjukkan adanya luka atau memar,” katanya.
Henry mengklaim Propam telah menerbitkan surat perintah penempatan khusus sebagai langkah disiplin awal terhadap Torino.
““Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.
Henry berkata keluarga kedua korban sempat mendatangi Mako Polda NTT.
Setelah dilakukan komunikasi dan pendekatan persuasif, katanya, keluarga menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Polda NTT.
Laporan ini dikerjakan oleh Gabrin Anggur, kontributor di Manggarai Timur
Editor: Herry Kabut




