Pelajar SMP di Manggarai yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Belum Ditemukan Hingga Proses Pencarian Ditutup  

Basarnas mengklaim penghentian operasi SAR setelah tujuh hari sesuai SOP

Floresa.co Usai operasi selama tujuh hari, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan resmi menutup upaya pencarian pelajar SMP di Manggarai yang tenggelam di lokasi wisata Air Terjun Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat.

Sementara Armendo W. Jeferson (14), pelajar kelas II SMP Katolik Santu Fransiskus Xaverius Ruteng yang dinyatakan hilang di lokasi itu sejak 11 Januari belum ditemukan. 

Hal tersebut diumumkan Yudha Pradana Kusuma, Pranata Pencarian dan Pertolongan Pos Basarnas Labuan Bajo pada 17 Januari, menyebut keputusan itu berdasarkan SOP atau Prosedur Standar Operasional kelembagaan. 

“Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan dilakukan selama tujuh hari. Hari ini operasi resmi ditutup, namun bukan berarti dihentikan secara total,” katanya.   

Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang membawahi Pos Basarnas Labuan Bajo berkata, penutupan operasi dilakukan setelah evaluasi menyeluruh.

Meski demikian, kata dia, pemantauan tetap dilakukan dan operasi SAR akan dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto menjelaskan Armedo, pelajar asal Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat diduga tenggelam saat berenang bersama 11 rekannya di Air Terjun Tiwu Pai, Wontong, Desa To’e pada 11 Januari.

“Saat kejadian, korban terseret arus dan tidak lagi terlihat oleh teman-temannya,” katanya.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, aparat kepolisian langsung melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait.

“Pencarian melibatkan personel Polsek Reo, Sat Polairud Polres Manggarai, Babinsa Koramil 1612-03 Reo, Pos TNI AL Reo, tim SAR Labuan Bajo, serta dibantu masyarakat setempat,” katanya.

Yudha Pradana Kusuma menjelaskan, pasca penutupan operasi SAR, pencarian akan memasuki tahap pemantauan.

“Apabila korban ditemukan, misalnya berada jauh dari muara atau muncul petunjuk baru, maka operasi SAR bisa kembali dilaksanakan,” ujarnya.

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img