Floresa.co– Seorang warga di Manggarai Timur meninggal dunia usai tertimpa tanah longsor yang melanda wilayah itu pada 22 Januari sore. Sementara, dua orang lainnya hingga kini masih hilang tertimbun tanah.
Bencana longsor tersebut terjadi di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda sekitar pukul 15.00 Wita usai hujan lebat melanda wilayah itu sejak sehari sebelumnya, memaksa ratusan warga lainnya mengungsi.
Dalam beberapa video yang tersebar di media sosial, tampak timbunan tanah yang amblas dari lereng bukit menutup area persawahan, rumah hingga jalan raya.
Camat Lamba Leda Vitalis Edmundus Lana mengatakan longsor menimbun seluruhnya satu unit rumah milik Kongradus Lasa di Kampung Tuwa.
“Keluarga Kongradus Lasa, yakni istrinya Albina Ria (47) dan anaknya Apri Nikolaus Acan semula berhasil dievakuasi dan dirawat di Puskesmas Benteng Jawa,” katanya kepada Floresa pada 23 Januari.
“Namun, Albina Ria meninggal dunia sekitar pukul 01.00 dini hari, 23 Januari,” lanjutnya.

Vitalis berkata dua korban lainnya bernama Theresia Resem (47) dan Yustina Mira (19) yang berada di satu rumah yang sama dengan Albina masih tertimbun dan belum ditemukan.
“Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan warga dua dusun di Desa Goreng Meni terpaksa mengungsi, yakni Dusun Sosor Alo tercatat sebanyak 90 kepala keluarga, sementara Dusun Buru Pote sebanyak 137 kepala keluarga,” katanya.
Selain merusak area persawahan, longsor juga menimpa kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) dan Kapela Stasi St. Benediktus Meni.
“Listrik padam total di seluruh wilayah Kecamatan Lamba Leda sejak pagi hari, 22 Januari. Jaringan internet dan telepon seluler juga tidak berfungsi,” katanya.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan bencana.
“Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah berada di lokasi dan kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI. Wakil Bupati bersama perangkat daerah terkait juga sedang menuju lokasi,” katanya dalam siaran pers.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat Manggarai Timur untuk turut meringankan beban para korban melalui donasi yang dapat disalurkan melalui Dinas Sosial, berupa pakaian layak pakai, makanan, serta kebutuhan lainnya.
“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya mencari korban yang masih tertimbun,” katanya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada mengingat kondisi cuaca yang belum membaik.
“Jika kondisi lingkungan dirasa rawan, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD, Agustinus Susanto berkata saat ini di lokasi bencana hujan masih terus turun.
“Beberapa titik longsor kecil dan yang rawan longsor ditemukan di jalan menuju lokasi bencana, namun sudah teratasi,” katanya.
Agustinus berkata logistik yang telah diturunkan oleh Pemda melalui BPBD adalah beras sebanyak 750kg, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan dan peralatan tidur.
Editor: Anno Susabun





