Lebih dari Seratus Murid dan Guru di Manggarai Sakit Usai Santap Menu MBG

Kejadian ini membuat sekolah menolak MBG, sementara pemerintah masih melakukan penyelidikan

Floresa.co – Lebih dari seratus siswa dan sejumlah guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ulu Belang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai mendadak sakit usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam kejadian pada 11 Februari itu, 131 siswa dan 6 guru dilaporkan mengalami gejala serupa berupa demam, mual, muntah dan diare.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan Kepala SDN Ulu Belang, Lena Lensiana Ije, melalui unggahan di akun Facebook pada 12 Februari. 

Ia menyebut adanya “wabah misterius” yang melumpuhkan aktivitas sekolah.

“SDN Ulu Belang sedang dilanda krisis kesehatan mendadak,” tulisnya.

Ia menjelaskan, dari total 185 siswa, hanya 54 orang yang hadir di sekolah pada 12 Februari.

“Sisanya, bersama 6 guru, dilaporkan terkapar akibat gejala serupa: demam, mual, muntah dan diare,” tulisnya.

Menurut Lena, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Ponggeok untuk menginvestigasi penyebabnya. 

“Untuk sementara proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kami hanya sampai pukul 10.00 WITA, mengingat ada siswa dan guru yang memaksakan diri ke sekolah,” tulisnya.

Floresa menghubungi Lena untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

Ia membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut tenaga kesehatan telah turun langsung ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan.

“Belum ada informasi resmi dari pihak kesehatan mengenai penyebabnya. Tadi pagi juga ada pegawai desa dan pegawai dapur MBG yang datang ke sekolah,” ujarnya.

Beberapa waktu terakhir, sekolah tersebut mendapat pasokan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Papang yang beroperasi sejak awal Desember 2025.

Sebelum kejadian, kata dia, tidak ada kegiatan khusus di sekolah. 

“Para guru dan siswa hanya menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim dari dapur SPPG Papang, sebagaimana biasanya,” katanya.

Kejadian itu, kata dia, membuat mereka memilih tak lagi mengonsumsi menu MBG.

“(Kami) menyampaikan permohonan maaf untuk mengembalikannya,” katanya.

Ia berkata, sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah juga memutuskan menolak distribusi MBG selama beberapa hari ke depan, sambil menunggu kondisi siswa dan guru kembali pulih.

“Saya tidak berhak mengindikasikan bahwa ini adalah keracunan makanan, karena tim kesehatan dari Puskesmas Ponggeok serta pegawai dapur MBG sudah datang ke sekolah untuk melakukan pengecekan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, mengatakan tim kesehatan saat ini masih berada di lapangan untuk menangani kasus tersebut.

“Sampel makanan akan dikirim ke Maumere atau ke Loka POM Labuan Bajo. Saat ini kami fokus pada penanganan pasien,” katanya.

Floresa telah menghubungi Safri, petugas SPPG Papang. Namun, ia tidak merespons hingga berita ini dipublikasi.

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA