Wisatawan Asal Kanada Diduga Bunuh Diri di Labuan Bajo, Polisi Dalami Motif

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah wisatawan itu, kata polisi

Floresa.coSeorang wisatawan asing ditemukan meninggal di kamar sebuah hotel di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. 

Pemicu kematian turis asal Kanada itu diduga karena bunuh diri, menurut keterangan polisi.

Kepala Satuan Reserese dan Kriminal (Kasareskrim) Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan menyatakan jenazah WL (61) ditemukan di kamar nomor 11 Hotel Greenhill pada 13 Februari sore. 

Saat dievakuasi, ML ditemukan memegang lencana polisi militer (military police) Kanda.

“Jasadnya ditemukan pertama kali oleh staf hotel dalam posisi yang sekilas tampak seperti orang sedang beristirahat,” kata Lufthi dalam pernyataan yang diterima Floresa pada 14 Februari.

Peristiwa itu, kata Lufthi, terungkap saat karyawan hotel membersihkan kamar. Sekitar pukul 13.00 Wita, petugas housekeeping membuka pintu kamar nomor 11. 

Namun, ia kembali menutupnya karena sungkan.

“Setelah saya buka pintu kamar, saya lihat tamu itu dalam keadaan duduk. Jadi langsung saya tutup kembali karena saya pikir dia sedang ada di dalam dan ingin privasi,” kata Lufthi menirukan ucapan petugas housekeeping itu.

Sekitar empat puluh menit kemudian, karyawan hotel lainnya mencoba kembali mendatangi kamar tersebut untuk memastikan layanan kamar. 

Setelah berkali-kali mengetuk pintu dan tak direspons, petugas itu memberanikan diri untuk masuk dengan menggunakan kunci cadangan.

Lufthi berkata, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat tiba di lokasi pukul 14.20 Wita. 

“Berdasarkan pengamatan petugas, kamar ditemukan dalam kondisi rapi tanpa tanda-tanda penggeledahan paksa atau perlawanan,” katanya. 

Ia menjelaskan detail teknis posisi jenazah yang tidak biasa. 

ML ditemukan duduk bersandar di dinding dekat kamar mandi, namun lehernya terikat tali yang diikatkan ke tiang kayu penyangga lemari.

Di dalam kamar, polisi mengamankan sejumlah barang pribadi, termasuk paspor, dompet, lencana polisi militer Kanada dan dokumen asuransi.

Namun, temuan yang paling krusial adalah secarik kertas yang diduga sebagai pesan terakhir korban.

Setelah olah TKP, Tim Inafis bersama piket membawa jenazah ke ruangan Jenazah RSUD Komodo untuk visum.

Hasilnya, kata Lufthi, tim medis menemukan ciri klinis identik dengan gantung diri, seperti wajah ungu kebiruan (sianosis) dan lidah tergigit.

“Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Diduga kuat korban melakukan tindakan bunuh diri,” tambahnya.

Kamar itu, kata Lufthi, kini dipasangi garis polisi sebagai area steril sambil menunggu konfirmasi dari Kedutaan Besar Kanada untuk proses pemulangan jenazah ke negara asalnya.

Meski dugaan kuat mengarah pada bunuh diri, polisi tetap mendalami motif di balik keputusan itu

Editor: Petrus Dabu

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA