Beri Keterangan terkait Berita Dugaan Skandal Suap Jaksa di Manggarai, Apa Saja Informasi yang Ditanyakan kepada Floresa?

Permintaan keterangan oleh Bidang Pengawasan Kejati NTT dalam rangka pemeriksaan para jaksa dan pejabat yang diduga terlibat dalam skandal ini

Floresa.co – Editor Floresa telah memberikan keterangan kepada Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terkait berita yang mengungkap dugaan suap jaksa di Manggarai oleh kontraktor dan bupati serta pejabat dinas.

Ryan Dagur dan Anno Susabun menjalani pemeriksaan pada 12 November untuk pengusutan “dugaan pelanggaran disiplin” para jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, sesuai surat yang dikirim Kejati NTT sehari sebelumnya.

Permintaan keterangan sebagai saksi itu terkait berita Floresa pada 31 Oktober 2025 berjudul Dugaan Suap Jaksa dalam Kasus Proyek Bawang di Manggarai, Bupati hingga Pejabat Dinas Ikut Disebut.

Keduanya diperiksa selama sekitar dua setengah jam oleh Christofel Heberon Mallaka, Pemeriksa Tindak Pidana Khusus dan Pidana Militer Kejati NTT.

Ryan berkata, sebelum memenuhi pemanggilan itu, mereka telah berdiskusi dan meminta pendapat dari organisasi advokasi jurnalis, termasuk Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

“Kami ingin memastikan bahwa proses pemeriksaan ini bisa berjalan sambil memperhatikan hak-hak kami dalam menjaga dan mempertahankan kebebasan pers, termasuk soal independensi,” katanya.

Selama pemeriksaan, Ryan berkata Christofel mengaku bahwa kasus ini menjadi perhatian Kejaksaan Agung dan hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada atasan di Kejati NTT sebelum dibawa ke Kejaksaan Agung.

“Ia berkata bahwa rujukan mereka mengusut kasus ini adalah berita Floresa pada 31 Oktober itu, sehingga menjadi alasan untuk meminta kami memberikan penjelasan demi melengkapi materi pemeriksaan terhadap para jaksa dan pejabat yang diduga terlibat,” katanya.

Soal pertanyaan-pertanyaan selama pemeriksaan, katanya, termasuk  hubungan Floresa dengan orang-orang yang disebut dalam berita, baik dengan para jaksa maupun pihak-pihak yang diduga memberi suap.

Selain itu, mereka juga ditanya soal bagaimana Floresa memperoleh dua berkas rekaman pembicaraan antara Gregorius LA Abdimun dan Herman Ngana yang menjadi rujukan utama dalam berita.

Herman Ngana merupakan Direktur CV Virin yang mengerjakan proyek pengadaan benih bawang merah pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari dana APBD Rp1,4 miliar tahun anggaran 2023.

Sementara Gregorius LA Abdimum adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga ASN pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai. Ia kini tersangkut kasus dugaan korupsi pembangunan gedung di RSUD Ruteng.

Dalam rekaman pembicaraan via telepon, Gregorius menanyakan trik untuk mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus bawang. 

Herman menjawab bahwa ia bersama beberapa pejabat telah menyetor uang hingga ratusan juta rupiah kepada para jaksa, termasuk Kepala Kejari Fauzi yang kini menjabat Kepala Kejari Mojokerto, Jawa Timur. 

Ryan berkata, “secara umum kami menyampaikan bahwa informasi yang didapat Floresa seperti yang tercantum dalam berita dan pihak kejaksaan tinggal mengecek dengan teliti isi berita itu.”

“Kami juga memberi tahu bahwa semua informasi itu kami peroleh dari data yang telah diverifikasi dan dikonfirmasi sesuai standar kerja jurnalistik,” katanya.

Anno Susabun menambahkan, pemeriksa menyampaikan bahwa Gregorius yang juga diperiksa pada hari yang sama mengakui memberikan berkas rekaman itu kepada Floresa. Hal itu juga telah masuk dalam berita acara pemeriksaan Gregorius.

“Kami membenarkan pengakuan itu karena memang benar demikian adanya,” katanya.

Anno berkata, informasi baru yang muncul saat pemeriksaan adalah pengakuan Herman bahwa ia memang berbicara dengan Gregorius dalam rekaman itu.

“Menurut pemeriksa, Herman mengaku setelah Gregorius memperlihatkan bukti rekaman di hadapan para pemeriksa serta catatan panggilannya di ponsel dengan Herman,” katanya.

Menurut Anno, pengakuan itu berbeda dengan keterangan Herman saat diwawancarai Floresa sebelumnya, di mana ia mati-matian membantah dan menuding Gregorius merekayasa isi pembicaraan dalam rekaman.

“Karena itu, kami kaget dengan pengakuan Herman, kendati memang kami sendiri telah mengantongi bukti-bukti lain yang memperkuat dugaan kami bahwa benar Herman yang ada dalam rekaman itu. Salah satunya adalah pada bukti catatan panggilannya dengan Gregorius,” kata Anno.

Pemeriksa, kata Anno, juga menanyakan apakah Floresa mengetahui kebenaran isi pengakuan Herman dalam rekaman.

“Kami lagi-lagi menjelaskan bahwa informasi yang kami ketahui sudah dimuat dalam berita. Selebihnya menjadi tugas pihak berwenang untuk mengusut hingga tuntas agar kebenaran dapat terungkap,” ujarnya.

Ryan menambahkan, ia memberi tahu pemeriksa bahwa pengakuan Herman dalam rekaman sebetulnya bisa menjadi petunjuk bagi pengusutan lebih lanjut kasus ini, misalnya soal klaimnya memberikan uang secara tunai kepada para jaksa di kantor tersebut.

“Pemeriksaan terhadap CCTV serta jejak digital komunikasi antara Herman dan pihak lain, termasuk para jaksa, bisa dilakukan untuk memastikan kebenaran pengakuan itu,” katanya.

Saat ditanya soal harapan mereka terhadap penanganan kasus tersebut, kata Ryan, ia menegaskan agar kejaksaan mengusutnya sampai tuntas.

“Kami menanti informasi soal tindak lanjut usai pemeriksaan ini dan langkah-langkah lanjutan lainnya dari pihak kejaksaan. Apalagi pemeriksa berkata bahwa media bisa mengikuti sekaligus menanyakan perkembangan penanganan kasus ini,” katanya.

Selain Ryan dan Anno, semua pihak yang disebut dalam laporan mereka juga telah diperiksa pada 12 November, kecuali Bupati Herybertus Nabit yang dijadwalkan diperiksa pada 13 November.

Ryan berkata, Floresa akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bentuk komitmen mengemban jurnalisme yang melayani kepentingan publik, “yang dalam kasus ini berupaya membongkar dugaan skandal dalam penegakan hukum kasus korupsi.”

Editor: Herry Kabut

Laporan kami lainnya terkait perkembangan penanganan kasus ini bisa dibaca di sini: Dugaan Skandal Suap Jaksa di Manggarai

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img