Demi Bisa Akses Pertolongan Medis Pasca Melahirkan, Perempuan di Sikka Ditandu Warga ke Puskesmas

Jalan berbatu dan terjal membuat kendaraan tidak bisa melintas

Baca Juga

Floresa.co – Demi mendapat pertolongan medis bagi seorang perempuan di Kabupaten Sikka usai melahirkan prematur, warga sekampungnya menandunya pada malam hari sebelum tiba di tempat yang bisa diakses kendaraan.

Maria Isnalia Alo, berusia 20 tahun, warga Kampung Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng melahirkan anak pertama di rumahnya pada 9 Mei saat usia kehamilan masih enam bulan. Bayinya meninggal.

Untuk mengantisipasi pendarahan pasca melahirkan, tenaga kesehatan dan keluarganya membawa Isnalia ke Puskesmas Habibola yang berjarak tujuh kilometer dari kampung itu.

Untuk mencapai Puskesmas itu mereka harus berjalan kaki satu kilometer karena akses ke Kampung Hepang yang tidak dapat dijangkau kendaraan. 

Warga pun berinisiatif untuk membuat tandu darurat dari bambu dan kain sarung.

Dengan hati-hati, belasan warga warga menggotong Isnalia melewati jalan terjal dan berbatu. 

Mereka bergantian hingga tiba di di lokasi di mana ambulans sudah menunggu.

Perjalanan melewati hutan itu memakan waktu lebih dari satu jam, menurut Tarsisius Terusman, salah satu keluarga Isnalia.

“Kami bersepakat untuk tandu karena dia harus segera mendapatkan perawatan. Akses jalan di Kampung Hepang memang sangat sulit. Kendaraan tidak bisa lewat,” kata Tarsisius kepada Floresa pada 11 Mei.

Ia berkata, dalam perjalanan pada malam hari itu, warga lainnya membawa senter untuk menerangi jalan.

Kepala Puskesmas Habibola, Sabinus Joang berkata, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter sebelumnya, bayi yang dikandung Isnalia mengalami masalah sehingga ia disarankan untuk tetap berada di Maumere agar bisa menjalani operasi.

“Pasien kemudian pulang kampung. Katanya untuk lakukan ritual adat, tetapi akhirnya melahirkan di sana dan anaknya meninggal.”

Ia berkata, setelah mendapatkan informasi Isnalia melahirkan, sejumlah tenaga kesehatan pun langsung menuju Kampung Hepang untuk mengantisipasi pendarahan pasca melahirkan.

“Didampingi tenaga kesehatan, pasien ditandu dari kampung Hepang menuju jalan utama. Akses jalan rusak berat dan kendaraan tidak bisa,” kata Sabinus kepada Floresa.

Ia berkata, usai tiba di Puskesmas Habibola, Isnalia dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere.

Menurut Sabinus, jalan rusak memang selalu menjadi kendala pelayanan petugas kesehatan di Puskesmas Habibola.

“Wilayah kerja Puskesmas Habibola luas. Kami melayani sembilan desa dengan akses jalan ada yang rusak ada yang baik. Kami cukup kesulitan menjangkau pasien dengan cepat di wilayah-wilayah yang jalannya rusak.”

Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memperhatikan dan memperbaiki akses jalan sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih efektif, terutama bila terjadi kondisi darurat.

Editor: Ryan Dagur

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kawan-kawan bisa berdonasi dengan cara klik di sini.

Terkini