Pelajar SMP di Manggarai yang Tenggelam di Lokasi Wisata Tiwu Pai Akhirnya Ditemukan Warga

Jasad Armedo W. Jeferson ditemukan di daerah aliran sungai, sekitar dua kilometer sebelah utara lokasi tenggelam

Floresa.co – Pelajar SMP di Kabupaten Manggarai yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di lokasi wisata Air Terjun Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat, akhirnya ditemukan warga pada 19 Januari.

Jasadnya Armedo W. Jeferson (14), pelajar kelas II SMP Katolik Santo Fransiskus Xaverius Ruteng itu ditemukan di daerah aliran sungai di Kampung Beo Kalo, sekitar dua kilometer sebelah utara Tiwu Pai.

Ia dinyatakan hilang sejak tenggelam di lokasi wisata tersebut pada 11 Januari.

Penemuan itu pertama kali diketahui oleh warga setempat bernama Vinsensius Jemadu.

Vinsensius menuturkan, penemuan jasad korban bermula ketika ia dan  dua orang anaknya mendatangi sungai sekitar pukul 13.00 Wita.

“Setelah makan (di rumah), anak-anak bilang mau turun ke kali sekitar jam satu siang,” katanya dalam video yang diunggah akun Facebook Peppy Kurniawan.

Ia berkata sebelumnya sempat diliputi firasat tak biasa sebelum turun ke sungai. 

“Firasat itu muncul setelah saya bermimpi melihat seekor babi hutan yang mati dan sudah bau (beraroma tak sedap) di aliran sungai,” katanya.

“Kami tiga orang turun ke kali,” katanya ”dua orang menyusuri sisi barat, saya bagian timur. Kami jalan menyusuri aliran air.”

Tak lama kemudian, ia melihat sesuatu yang mencurigakan di antara tumpukan kayu di sungai. 

“Setelah didekati, saya menyadari bahwa benda tersebut adalah tubuh manusia. Saya lihat kakinya. Anak-anak langsung berteriak dan menangis,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, ia segera meminta kedua anak itu kembali ke kampung untuk melaporkan temuan itu kepada pemerintah desa dan warga setempat.

“Tidak lama kemudian keluarga dan warga datang ke lokasi,” katanya.

Vinsensius juga menjelaskan kondisi jasad korban saat pertama kali ditemukan, di mana tubuhnya tersangkut di antara dua dahan kayu yang bercabang, tepat di dekat lubang batu yang menyerupai gua kecil di aliran sungai.

“Di bawahnya ada kolam besar, airnya masih mengalir,” katanya.

Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto berkata, setelah menerima informasi penemuan jasad korban, pihaknya bersama masyarakat dan TNI langsung melakukan penyisiran fakta di lokasi tersebut.

“Setelah ditemukan, jasad korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.

Terkait langkah lanjutan, kata dia, kepolisian masih akan melakukan pendalaman.

Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup operasi pencarian Armedo setelah dilakukan selama tujuh hari. 

Penutupan operasi diumumkan Pranata Pencarian dan Pertolongan Pos Basarnas Labuan Bajo, Yudha Pradana Kusuma pada 17 Januari.

Ia berkata langkah itu dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img