Keluarga dari Suster yang Dibunuh Ampuni Pelaku

Suster Rani Maria Vattalil yang dibunuh oleh Samandhar Singh pada 1995.
Suster Rani Maria Vattalil yang dibunuh oleh Samandhar Singh pada 1995.

Floresa.co – Samandhar Singh, seorang pria yang menjalani hukuman penjara sejak 1995 karena membunuh seorang suster Fransiskan Klaris di India mengatakan, pengampunan yang diberikan kepada dia oleh keluarga suster itu telah memberinya sebuah “kehidupan baru”.

Sebagaimana dilaporkan Ucanews.com, Rabu (29/10/2014), Singh mengatakan, ia mengalami “kelahiran kembali” ketika tahun 2002 Suster Selmy mengunjungi dia saat dia berada di balik jeruji besi.

Suster Selmy, juga anggota Kongregasi Fransiskan Klaris adalah adik Suster Rani Maria Vattalil yang dibunuh oleh Singh pada tahun 1995.

Suster Selmy mengampuni Singh dan mengikatkan sebuah Rakhi, atau benang suci, menandakan bahwa dia menerima Singh sebagai kakaknya.

Rakhi adalah sebuah festival Hindu yang merayakan cinta kasih di antara saudara dan saudari. Rakhi termasuk ritual dimana saudara mengikat benang di pergelangan tangan kakaknya melambangkan hubungan perlindungan di antara laki-laki dan perempuan.

“Ini memberi saya sebuah kehidupan baru,” kenang Singh, 46, dengan wajah berseri-seri. Singh mengatakan bahwa istrinya meninggalkan dia saat ia menjalani hukuman.

Polisi mengatakan Singh menikam Suster Rani Maria sebanyak 54 kali di depan lebih dari 50 penumpang bus di daerah hutan dekat Udainagar. Singh diduga sebagai pembunuh bayaran karena karya sosial biarawati itu membantu kaum perempuan pedesaan.

Dia dijatuhi hukuman mati, tapi hukuman itu diringankan menjadi penjara seumur hidup.

“Saya telah mengunjungi dia di penjara pada 22 Agustus lalu, pada hari Rakhi dan Hari Raya Santa Perawan Maria Ratu,” kata Suster Selmy, sembari menjelaskan, ia telah memutuskan untuk memaafkan Singh segera setelah kematian kakaknya.

Singh, yang telah memeluk agama Kristen, dibebaskan dari penjara tahun 2006.

Dia masuk Kristen karena ia ingin memiliki “ikatan” dengan Suster Selmy, yang dia sebut “didi“, atau kakak perempuan. “Ini bukan soal agama, tetapi kasih,” katanya.

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Virus ASF Kembali Serang Babi di Manggarai Barat, Warga yang Rugi Hingga Ratusan Juta Berharap Pemerintah Tak Sekadar Beri Imbauan

Selama beberapa tahun terakhir, virus ini terus muncul dan tidak ada upaya penanganan yang signifikan 

Polisi Sudah Tangkap Frater Tersangka Kasus Pelecehan Seksual, Sedang Dibawa ke Ngada, Flores

Floresa.co - Polisi mengonfirmasi sudah menangkap frater tersangka kasus pelecehan seksual di seminari di Flores yang sebelumnya jadi buronan. Frater Engelbertus Lowa Soda, kata Iptu Sukandar, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Ngada ditangkap pada 29 Februari...

Pemerintah Manggarai Barat Salurkan Bantuan untuk Cegah Stunting dan Dukung Tumbuh Kembang Anak

Kabupaten itu mencatat tren penurunan angka stunting pada tiga tahun terakhir

Mereka Hanya Bicara Dampak Perubahan Iklim, Bukan Dampak Proyek Geotermal Poco Leok; Bantahan Warga terhadap Klaim PT PLN Telah Sosialisasi FPIC

PT PLN melakukan sosialisasi pada 27 Februari di Kampung Lengkong, bagian dari rangkaian upaya mengegolkan proyek geotermal perluasan PLTP Ulumbu, salah satu dari Proyek Strategis Nasional di Flores