PMKRI Desak Pemkab Manggarai Paparkan AMDAL PT Nampar Nos

Benediktus Tiwu, Ketua PMKRI Ruteng
Benediktus Tiwu, Ketua PMKRI Ruteng

Ruteng, Floresa.co – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memaparkan hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Nampar Nos, sebuah perusahan swasta produsen air minum dalam kemasan di Ruteng.

Menurut PMKRI, keterbukaan terkait AMDAL merupakan suatu keharusan, agar publik bisa melihat proses pemberian izin serta dampak lingkungan aktivitas perusahan air minum dan jus merek “Ruteng” tersebut.

PMKRI berharap, minimal AMDAL itu bisa dipresentasikan dalam forum sidang II pembukaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten itu tahun dinas 2014.

“Pemaparan itu perlu untuk melihat secara kritis AMDAL yang telah dibuat. Jangan sampai AMDAL yang telah dibuat itu hanya sebuah prosedur demi melegalkan proses izinan. Padahal di balik itu banyak rekayasa dan manipulasi,” tegas Benediktus Tiwu, Ketua PMKRI Ruteng, kepada Floresa, Minggu (2/11/2014).

Ia menambahkan, keterbukan hasil AMDAL dibuat untuk meninjau kembali izin yang telah dikeluarkan Pemkab Manggarai. Kata dia, jika ditemukan adanya kerusakan lingkungan dan dapat mengurangi debit air di kota Ruteng, maka perusahan ini segera dicabut demi kebaikan umum.

Terpisah, Yoakim Jehati, anggota DPRD Manggarai menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan desakan kepada pemerintah, terkait perlunya penelitian oleh tim independen terkait aktivitas PT Namparnos,

Bahkan, kata dia, forum DPRD menolak lembaga peneliti yang dibuat PT Nampar Nos bersama pemerintah untuk meminimalisasi kecurigaan publik dalam proses AMDAL.

“Menurut pemerintah, mereka sudah panggil pihak PT Nampar Nos terkait dugaan masyarakat,” tutur Yoakim.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan PT Nampar Nos diduga sebagai pemicu krisis air yang hingga kini sudah menjadi keluhan umum warga di Ruteng. (ADB/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Virus ASF Kembali Serang Babi di Manggarai Barat, Warga yang Rugi Hingga Ratusan Juta Berharap Pemerintah Tak Sekadar Beri Imbauan

Selama beberapa tahun terakhir, virus ini terus muncul dan tidak ada upaya penanganan yang signifikan 

Polisi Sudah Tangkap Frater Tersangka Kasus Pelecehan Seksual, Sedang Dibawa ke Ngada, Flores

Floresa.co - Polisi mengonfirmasi sudah menangkap frater tersangka kasus pelecehan seksual di seminari di Flores yang sebelumnya jadi buronan. Frater Engelbertus Lowa Soda, kata Iptu Sukandar, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Ngada ditangkap pada 29 Februari...

Pemerintah Manggarai Barat Salurkan Bantuan untuk Cegah Stunting dan Dukung Tumbuh Kembang Anak

Kabupaten itu mencatat tren penurunan angka stunting pada tiga tahun terakhir

Mereka Hanya Bicara Dampak Perubahan Iklim, Bukan Dampak Proyek Geotermal Poco Leok; Bantahan Warga terhadap Klaim PT PLN Telah Sosialisasi FPIC

PT PLN melakukan sosialisasi pada 27 Februari di Kampung Lengkong, bagian dari rangkaian upaya mengegolkan proyek geotermal perluasan PLTP Ulumbu, salah satu dari Proyek Strategis Nasional di Flores