BerandaNUSANTARAPDIP Ingin Berkoalisi Dengan Demokrat...

PDIP Ingin Berkoalisi Dengan Demokrat ?

Megawati-SBY
Megawati-SBY

Jakarta, Floresa.co – Melalui video wawancara Suara Demokrat yang diunggah ke Youtube, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyindir misi nasionalisasi aset asing oleh salah satu calon presiden yang dia anggap tidak realitis.

Sejumlah pengamat politik menilai pernyataan SBY itu merupakan bentuk dukungan kepada capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). SBY ingin menjalin koalisi dengan partai pimpinan Megawati SoekarnoPutri itu. PDI Perjuangan Pro Jokowi mengapresiasi sinyal yang dikirimkan oleh SBY tersebut.

“Projo menilai tawaran SBY sebagai tawaran yang simpatik tapi sekaligus mengharukan,” kata Budi Arie Setiadi, Koordinator Nasional PDIP Projo di Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Menurut dia sebagai negarawan, SBY tentu berpikir bagaimana bangsa ini bisa berjalan ke arah kemajuan. PDIP pun masih mungkin membuka pintu untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat. Jika SBY dan Demokrat ingin bekerjasama dengan PDIP, kata Budi itu adalah niat yang mulia. Khususnya untuk memperbaiki kondisi bangsa ini.

PDIP sebagai Rumah Besar Kaum Nasionalis, tentu saja terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa, terutama yang memiliki kerinduan dan kecintaaan yang mendalam terhadap tanah air tercinta. Namun ada beberapa hal yang kini menjadi kendala dua partai itu untuk bersatu.

Pertama, pengalaman PDI Perjuangan menjadi opisisi selama sepuluh tahun terakhir. “Bagi PDIP (oposisi) adalah masa-masa di mana tangis dan air mata kami bersama rakyat, memiliki arti yang dalam,” tambah Budi yang merupakan mantan Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan PDIP ini.

Ada hal-hal yang menurut Budi sangat sulit dijelaskan oleh PDIP kepada rakyat, tentang jalan pilihan oposisi yang ditempuh selama 10 tahun terakhir.

Kendala terbesar berikutnya adalah persoalan psikologi politik antara dua ketua umum. “Kami harus sama-sama dengan serius menyelesaikan berbagai kendala politik ini dengan upaya yang serius. Politik jalan buntu harus diakhiri,” papar Budi. (Detik.com)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga