Bupati Nabit Jalani Pemeriksaan di Kantor Kejati NTT terkait Dugaan Skandal Suap Jaksa

Nabit disebut menyetor Rp100 juta kepada jaksa untuk menghentikan penyidikan proyek pengadaan bawang 

Floresa.co – Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit telah menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT di Kupang terkait kasus dugaan skandal suap jaksa demi menghentikan penyidikan kasus korupsi.

Pemeriksaan berlangsung pada 13 November pukul 16.00-18.00 Wita.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT A.A. Raka Putra Dharmana berkata Nabit diperiksa untuk dimintai “klarifikasi terkait informasi yang beredar di media,” salah satunya berita Floresa berjudul “Dugaan Suap Jaksa dalam Kasus Proyek Bawang di Manggarai, Bupati hingga Pejabat Dinas Ikut Disebut” pada 31 Oktober.

Jaksa pemeriksa, kata Raka kepada Floresa pada 13 November, adalah Asisten Pengawasan Kejati NTT Alfred Tasik Palullungan bersama tim.

Pada 10 November, Alfred mengeluarkan surat “permintaan keterangan” kepada beberapa pihak, termasuk Nabit, untuk menjalani pemeriksaan internal terkait “dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Manggarai.”

Selain Nabit, Kejati NTT juga memanggil eks Kepala Kejari Manggarai Fauzi bersama tiga jaksa bawahannya, eks Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Livinus Vitalis Livens Turuk, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ami Kristanto, kontraktor Herman Ngana dan Gregorius LA Abdimun yang pertama kali mengungkap dugaan suap tersebut.

Editor Floresa Ryan Dagur juga diundang, yang lalu memenuhi panggilan tersebut bersama Anno Susabun, dan diperiksa Pemeriksa Tindak Pidana Khusus dan Pidana Militer Kejati NTT Christofel Heberon Mallaka di Ruteng.

Dugaan keterlibatan Nabit dalam kasus itu terungkap dalam rekaman percakapan antara Herman Ngana, pemilik CV Virin dan Gregorius LA Abdimun, eks PPK yang juga ASN pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai.

Herman bersama isterinya Maria Veronika Bunga, pemilik CV Kurnia mengerjakan proyek pengadaan benih bawang merah pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari dana APBD Rp1,4 miliar tahun anggaran 2023.

Sementara Gregorius yang meneleponnya untuk menanyakan trik mendekati jaksa untuk mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus bawang kini tengah tersandung kasus dugaan korupsi proyek gedung di RSUD Ruteng.

Dalam rekaman percakapan, Herman memberi tahu Gregorius jumlah setoran yang diberinya bersama Nabit, Livinus dan Ami kepada sejumlah jaksa, termasuk Fauzi, Kepala Seksi Pidana Khusus Leonardo Krisnanta Da Silva atau Ardo dan anak buahnya Willy Harum serta “orang Kupang” yang diduga merujuk Kepala Seksi Humas Ronal Kefi Nepa Bureni.

Nabit, kata Herman, menyetor Rp100 juta secara tunai melalui anak buahnya, jumlah yang sama dengan dirinya. Sementara Livinus menyetor Rp35 juta dan Ami menyetor cekoe-cekoe atau sedikit-sedikit.

Sama seperti Fauzi, Nabit tak merespons saat dihubungi Floresa untuk berita pada 31 Oktober.

Sementara itu, Herman yang saat diwawancarai Floresa menyebut rekaman itu merupakan rekayasa buatan Gregorius akhirnya mengakui bahwa suara dalam rekaman benar adalah dirinya.

Namun, katanya sebagaimana disampaikan Gregorius, isi pembicaraan tersebut hanya joak-joak, bahasa Manggarai yang artinya bercanda.

Kasus ini menyedot perhatian berbagai pihak sejak diberitakan.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Erma Nuzulia Syifa mendesak Komisi Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus ini.

Desakan lainnya juga muncul dari akademisi dan praktisi hukum, termasuk Serikat Pemuda NTT yang berencana “mengambil langkah melaporkan dugaan kompromi kejahatan” itu kepada pihak yang berwenang di tingkat nasional, salah satunya Komisi Kejaksaan.

Editor: Herry Kabut

Laporan kami lainnya terkait perkembangan penanganan kasus ini bisa dibaca di sini: Dugaan Skandal Suap Jaksa di Manggarai

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img