Beni Kabur, Bagi 50.000 Anakan Pohon Mahoni untuk Warga di Manggarai

Baca Juga

Ruteng, Floresa.co – Anggota DPR RI, Beni Kabur Harman (BKH) membagikan anakan pohon mahoni kepada sejumlah warga Manggarai – Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu 17 April 2016.

Pembagian anakan pohon mahoni secara gratis kepada warga ini berlangsung di kebun milik BKH yang berlokasi di Desa Umung, Kecamatan Satarmese-Manggarai.

Acara tersebut menghadirkan ratusan tokoh masyarakat, para kepala desa dari Manggarai dan Manggarai Barat (Mabar), dan sejumlah keluarga BKH.

BKH yang didampingi istrinya Dokter Maria G Ernawati Harman dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat mencintai lingkungan agar tetap utuh dan bersahabat dengan manusia.

Di depan warga yang hadir BKH mengajak agar mulai menanam pohon untuk menjaga lingkungan dan memberikan kehidupan kepada anak cucu nantinya.

Selain itu, kata BKH, pohon mahoni yang ia berikan dengan gratis bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat.

“Saya ingin supaya kita semua mencintai lingkungan hidup, mencintai anak cucu. Mahoni ini kalau dipelihara secara serius maka pasti 2 sampai 3 tahun akan menghasilkan uang 4 juta,” kata anggota DPR RI Dapil NTT 1 itu.

Beni mengatakan total anakan mahoni yang dibagikannya sebanyak 50.000.

“Jangan ambil lalu jual lagi. Ambil dan tanam. Suatu saat saya akan cek lagi apakah anakan ini sudah tumbuh atau tidak,” ujar BKH.

Diwawancarai terpisah di sela-sela kegiatan itu, Stefanus Zakaria, kepala desa (Kades) Golo Wedong, Kecamatan Kuwus Kabupaten Mabar mengaku, sangat senang dengan program pembagian bibit mahoni BKH tersebut.

Menurutnya, pembagian anakan pohon ini merupakan salah satu dari program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Saya sangat senang dengan pembagian bibit ini. Di desa kami memang saat ini hampir tidak ada pohon untuk pembuatan rumah,” kata Stefanus kepada Floresa.co.

Ia mengaku, kekurangan pohon untuk dijadikan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan rumah selama ini sangat menyulitkan warga desa Golo Wedong dan tentu saja selalu menjadi keluhan.

Dikatakan, desa yang berpenduduk 1.170 jiwa itu selama ini dalam pembuatan rumah warga terpaksa membeli kayu ke desa-desa tetangga lantaran tak ada pohon.

“Warga saya selama ini membeli kayu dari desa tetangga. Itu belinya per pohon dengan harga Rp 500 ribu. Entah banyak atau tidak dalam satu pohon itu, itulah resiko tidak punya kayu sendiri,” kata Stefanus.

Selain untuk kebutuhan ekonomi, kata dia, pohon mahoni ini juga sangat membantu menjaga mata air di desa Golo Wedong. Sebab, areal pertanian seperti sawah di desa tersebut sangat luas.

Nama Beni Harman saat ini disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon gubernur NTT pada pemilihan kepala daerah tahun 2018. (Ardy Abba/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kawan-kawan bisa berdonasi dengan cara klik di sini.

Terkini

spot_img