Komisi III DPRD NTT Minta Gubernur Pertimbangkan Kembali Penyerahan Pengelolaan Pantai Pede Ke Swasta

Baca Juga

 

Suasana dialog komisi III DPRD Provinsi NTT dengan masyarakat Manggarai Barat, Kamis (19/3/2015). Foto : Ril Ladur/Floresa
Suasana dialog komisi III DPRD Provinsi NTT dengan masyarakat Manggarai Barat, Kamis (19/3/2015). Foto : Ril Ladur/Floresa

Labuan Bajo, Floresa.co – Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT Hugo R Klembu meminta Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk mempertimbangkan kembali penyerahan pengelolaan Pantai Pede di Labuan Bajo, ke pihak swasta.

Pantai yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Flores ini oleh pemerintah provinsi direncanakan untuk diserahkan pengelolaannya kepada PT Sarana Investama Manggabar untuk dibangun hotel. Pemprov dan perusahaan yang disebut-sebut milik politikus Golkar Setya Novanto itu sudah melakukan nota kesepahaman atau MoU.

“Mungkin Pak Gubernur untuk lebih dalami lagi, mempertimbangkan beri kepada pihak ketiga Pantai Pede ini untuk dikelola,”ujar Klembu di Labuan Bajo, Kamis (19/3/2015).

Hal itu dikatakan Klembu usai berdialog dengan perwakilan masyarakat Manggarai Barat di aula Kantor Bupati, Kamis (19/3). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota komisi III DPRD Provinsi NTT, tokoh agama, toko adat, tokoh pemuda, LSM serta anggota DPRD Manggarai Barat.

Klembu usai acara dialog itu mengatakan kedatangan Komisi III untuk mendengar langsung informasi dari masyarkat Manggarai Barat terkait polemik pengelolaan Pantai Pede. Selain itu, mereka juga mendatangi lokasi Pantai Pede.

“Setelah pulang dari sini kami akan buka rapat di komisi III DPR NTT juga kami akan ketemu Pak Gubernur Frans Lebu Raya untuk melaporkan hasil dengar pendapat bersama masyarakat Manggarai Barat,”ujar Klembu.

Menurut Klembu, polemik Pantai Pede terjadi karena ada kebutuhan ruang publik untuk kegiatan rekreasi dari masyarakat Manggarai Barat. Tetapi di sisi lain, Pemprov sudah melakukan MoU dengan pihak ketiga tanpa melibatkan masyarkat.

“Maka beliau (gubernur Frans Lebu Raya) harus datang sendiri di Labuan Bajo untuk mempelajari dokumen kepemilikan aset Pantai Pede juga mempelajari aset-aset propinsi lain yang ada di daerah ini,”ujarnya. (PTD/Floresa)

Laporan Ril Ladur, Kontributor Floresa.co di Labuan Bajo

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kawan-kawan bisa berdonasi dengan cara klik di sini.

Terkini

spot_img