NTT

Artikel-artikel terkait topik ini

Tragedi Sepuluh Ribu di Negeri Triliun

Bagi keluarga miskin, sebuah buku dan pulpen bisa terasa seperti tembok penghalang anak-anak untuk terus bersekolah

Saatnya Benahi Serius Keselamatan Berwisata di Labuan Bajo

Promosi global tentang keindahan alam dan status Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas tidak ada artinya ketika nyawa terus melayang akibat kelalaian sistemik yang sebenarnya dapat dicegah

Ambisi Tak Terbatas: Dari Dunia Ninja ke Kerusakan Lingkungan NTT

Dalam dunia yang penuh dengan hasrat dan intrik, penting untuk selalu mempertanyakan harga yang harus dibayar dalam mengejar ambisi

Seorang Perempuan Mengaku Jadi Korban Kekerasan Seksual Mahasiswa Teologi di IFTK Ledalero, Rektor dan Satgas PPKPT Janji Ambil Tindakan Tegas

“Ini soal martabat dan harga diri,” kata penyintas yang menginformasikan kasusnya usai Floresa merilis laporan kasus kekerasan seksual oleh dosen sekaligus imam Katolik di Unika St. Paulus Ruteng

Pada Hari HAM Sedunia, Pemuda di Lembata Deklarasi Forum Tolak Proyek Geotermal Atadei 

Forum mendukung sikap enam uskup Bali-Nusra yang menolak tegas proyek geotermal di Flores dan Lembata

Privatisasi Pantai dan Pariwisata Neokolonial

Menyoroti polemik privatisasi Pantai Bo’a di Rote Ndao, penulis mengingatkan pola marginalisasi, deprivasi, bahkan pengikisan praktik budaya lokal yang terkait pantai dan laut dalam skema pariwisata berwatak kolonial

Mengapa Kami Menulis Kasus Kekerasan Seksual oleh Dosen Sekaligus Imam di Unika St. Paulus Ruteng?

Mendukung penyintas berarti menggeser budaya bungkam, memberi ruang aman bagi kesaksian mereka dan menempatkan tanggung jawab pada pihak yang seharusnya, yaitu para pelaku dan struktur yang melindungi mereka

Zak Susu

Cerpen Zak Susu mengisahkan usaha menjaga warisan leluhur berhadapan dengan tawaran dan ancaman

Dengar Bawang, Ingat Kemiri; Jejak Kasus Dugaan Korupsi yang Seret Nama Bupati Nabit 

Medyanti Hagur, isteri Nabit, pernah disebut terlibat dalam dugaan jual-beli proyek APBD dengan sandi ‘50 kilogram kemiri’

Membongkar Takhta Patriarki dalam Belis di NTT

Perlu upaya merekonstruksi makna belis, bukan lagi sebagai “harga” perempuan, tetapi simbol persaudaraan antarkeluarga