Kami Butuh Dukungan, Tapi Tak Menerima Pemberian Narasumber

Kami tentu butuh uang, tapi kami berupaya menjaga agar upaya mendapatnya tidak serentak membuat kami mempertaruhkan integritas dan independensi

Pada 7 Februari 2026, dua rekan jurnalis kami mengabari di grup komunikasi internal tentang salah satu narasumber liputan kasus dugaan korupsi yang menawari uang usai mereka mewawancarainya.

Dua rekan itu sudah menyatakan penolakan secara halus, memberitahunya bahwa Floresa memiliki kebijakan untuk tidak menerima pemberian narasumber, apalagi yang sedang terlibat kasus dan hendak kami beritakan.

Namun, narasumber itu bersikeras bahwa uang dalam amplop yang sudah ia siapkan merupakan bagian dari caranya menjaga hubungan dengan kami. 

Ia menganggap dua jurnalis kami sebagai keluarganya.

Setelah sekitar sejam tarik ulur, narasumber itu akhirnya menerima sikap dua rekan kami yang tetap menolak pemberian itu.

Itu bukan kasus tunggal saat tim kami harus menolak pemberian narasumber. 

Kami juga menjaga tradisi untuk membahasnya bersama-sama di grup, dengan prinsip dasar: ditolak secara halus, sembari menjelaskan alasannya.

Tak hanya dengan narasumber yang merupakan pejabat publik, kami pernah melakukannya dengan korporasi.

Pada bulan lalu misalnya, salah satu korporasi yang hendak membangun sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo dan kerap kami sorot dalam pemberitaan mendatangi kantor kami membawa bingkisan.

Kami menghargai niat baik pemberian itu yang disebut sebagai bingkisan Natal, namun kami memilih menolaknya.

Pada kesempatan lain, salah satu korporasi yang juga terlibat dalam proyek bermasalah di Flores juga menawarkan kami untuk bekerja sama terkait pemberitaan. Sikap kami sama: menolaknya.

Pilihan sikap ini bisa jadi dianggap gaya-gayaan atau sok idealis. Mungkin ada yang bertanya; memangnya media tidak butuh uang? Bagaimana cara untuk bertahan?

Penolakan kami bukan karena kami tidak butuh uang atau barang lainnya. 

Pertimbangannya adalah karena menganggap pemberian seperti itu selalu tidak bebas kepentingan. 

Dan, kepentingan itu terkait dengan salah satu fondasi penting bagi cara kerja kami-juga tentu media lainnya-, yakni soal integritas dan independensi.

Menerima pemberian berarti memasukkan pertimbangan kepentingan si pemberi dalam menghasilkan sebuah produk jurnalistik. Ia akan menjadi pagar yang membatasi kami untuk tidak lagi bebas merumuskan sikap-yang diterjemahkan dalam cara merumuskan berita.

Kami tentu butuh uang, tapi kami berupaya menjaga agar upaya mendapatnya tidak serentak membuat kami mempertaruhkan integritas dan independensi itu.

Setiap berita yang sampai kepada Anda adalah hasil kerja keras semua tim kami. Ada yang meliputnya ke lapangan, masuk ke kampung-kampung, dengan beban risiko yang tidak kalah berat, terutama ketika meliput isu yang mengganggu kepentingan penguasa. 

Usai liputan pun, proses pengeditan kadang memakan waktu berhari-hari sebelum kemudian kami publikasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kami memilih bertahan dengan berbagai cara – menjalin kemitraan dengan lembaga yang menghargai independensi kami, menangkap peluang beasiswa peliputan, mencari dukungan dana publik dan merintis usaha atau bisnis kecil-kecilan seperti menjual kopi dan baju.

Tujuan utamanya adalah kami bisa terus bertahan dengan jurnalisme yang melayani kepentingan publik dan mengawasi kekuasaan – sebagai syarat menjadi pilar demokrasi – dan semua tim kami bisa mendapat upaya layak dan dukungan operasional.

Karena itu, kami berharap kawan-kawan sekalian yang membaca surat ini bisa ikut secara sukarela membantu memberi kami dukungan, seberapapun besarnya.

Dukungan Anda juga bisa memungkinkan kami menggarap lebih banyak isu yang selama ini masih luput dari jangkauan karena berbagai hambatan, terutama secara finansial.

Ada beberapa cara yang bisa Anda pilih untuk menyalurkan bantuan, yang bisa diakses via tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Tentu dukungan juga bisa dengan menyampaikan masukan, usulan dan kritik terhadap kami via surel redaksi.floresa@gmail.com

Salam hangat dari kami semua Tim Floresa

Herry Kabut, Pemimpin Redaksi Floresa

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA