10 Liputan Pilihan Floresa Sepanjang 2025

Mencakup beragam isu, beberapa liputan ini berdampak langsung, sebagiannya mendorong diskusi dan perdebatan yang luas

Floresa.co – Selama tahun ini, kami mengulas berbagai isu krusial di Flores dan NTT secara umum. Mulai dari konflik lahan, pengabaian hak warga lokal di tengah perkembangan industri pariwisata, polemik proyek geotermal hingga persoalan korupsi dan kekerasan seksual. 

Beberapa di antaranya berdampak langsung, yang mendorong perubahan kebijakan. Beberapa lainnya telah memicu pembicaraan luas, juga perdebatan di tengah masyarakat. 

Sebagian dari ide topik-topik liputan ini muncul dari tim kami, yang lainnya dari informasi para pembaca dan komunitas-komunitas yang terhubung dengan kami.

Apa saja liputan-liputan itu? Kami memilih 10 di antaranya dan mengurutkannya mulai dari Januari hingga Desember:

  1. 24 Januari 2025: Konflik Lahan di Sikka: Saat Korporasi Milik Gereja Katolik Tega Hancurkan Rumah Umat 

Liputan ini menyoroti aksi PT Krisrama, perusahaan milik Keuskupan Maumere yang menggusur rumah dan tanaman milik masyarakat adat di lahan konflik Nangahale. Liputan ini kemudian direpublikasi oleh media independen lainnya seperti Project Multatuli dan Koreksi.org. Hingga kini konflik ini masih terus berlanjut. Beberapa warga sudah dipenjara dan sebagian lainnya menjadi tersangka karena dilapor imam Katolik yang juga pimpinan perusahaan. Pada akhir November 2025, Ombudsman kemudian mengungkap maladministrasi dalam penerbitan SK Hak Guna Usaha PT Krisrama dan meminta peninjauan ulang atasnya.

  1. 23 Maret 2025: Krisis Air di TPI Labuan Bajo, Potret Ketimpangan Akses Sumber Daya di Kota Pariwisata ‘Super-Premium’

Tim kami melakukan peliputan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) di Labuan Bajo, yang lokasinya berdekatan dengan kawasan elite, termasuk Hotel Meruorah milik BUMN dan kawasan Waterfront Marina, yang kini dianggap sebagai salah satu ikon kemajuan Labuan Bajo. Kami mengungkap ironi yang dihadapi masyarakat lokal, termasuk krisis air, di tengah euforia pariwisata super premium.

  1. 30 April 2025: Jokowi Wariskan Proyek Embung Mangkrak di Manggarai Barat: Pemilik Tanah Segel karena Belum Dapat Ganti Rugi, Terjadi Saling Tuding Antarinstansi Pemerintah

Sementara pembangunan Embung Anak Munting Mangkrak, warga di Labuan Bajo harus berjuang mendapat ganti rugi lahan mereka yang diambil alih untuk salah satu proyek direktif Jokowi itu. Liputan ini juga mengangkat kisah represi warga saat mereka berusaha menuntut hak dan bagaimana kemudian instansi pemerintah saling lempar tanggung jawab. Beruntung, menjelang akhir tahun ini para pemilik lahan sudah mendapat dana kompensasi yang totalnya Rp65 miliar.

  1. 17 Juli 2025: Gubernur NTT Kunjungi Poco Leok Diapit Aparat Bersenjata Laras Panjang; Bagaimana Reaksi Warga? Apa Saja yang Ia Sampaikan?

Jurnalis kami hadir di Poco Leok ketika Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendatangi kampung yang menjadi lokasi proyek geotermal itu. Kami merekam bagaimana ia diapit aparat bersenjata, sementara warga tak gentar menyuarakan penolakan terhadap proyek itu yang dianggap mengancam ruang hidup mereka. 

  1. 8 Agustus 2025: Para Pemburu Cuan di Pulau Padar

Liputan ini adalah salah satu dari beberapa seri artikel kami tentang polemik pembangunan sarana pariwisata di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Dengan merujuk pada dokumen resmi pemerintah, kami mengungkap soal keterlibatan taipan Tomy Winata dan anak-anak eks Ketua DPR RI Setya Novanto di balik PT Komodo Wildlife Ecotourism yang hendak membangun ratusan vila di Pulau Padar. Liputan ini masuk nominasi dalam ajang Indonesia Data Journalism Award (IDJA) 2025. Kami kemudian mengembangkannya dalam liputan lanjutan berkolaborasi dengan Majalah Tempo.

  1. 16 Oktober 2025: Anak Anggota DPRD hingga Menantu Wakil Bupati; Kroni Partai Gerindra dalam Dapur MBG di Labuan Bajo

Kami menginvestigasi orang-orang di balik empat dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Labuan Bajo. Liputan ini kemudian mengungkap keterlibatan para kroni Partai Gerindra, mulai dari anak salah satu anggota DPRD yang baru saja lulus kuliah, politisi partai yang gagal saat jadi Caleg hingga menantu Wakil Bupati Yulianus Weng. Liputan ini sempat menuai protes dari para kader Gerindra, namun data-data yang kami sajikan tidak bisa dibantah. Liputan ini merupakan pengembangan dari liputan sebelumnya tentang MBG bersama Majalah Tempo.

  1. 31 Oktober 2025: Dugaan Suap Jaksa dalam Kasus Proyek Bawang di Manggarai, Bupati hingga Pejabat Dinas Ikut Disebut

Sebuah rekaman berisi percakapan yang mengungkap dugaan suap sejumlah jaksa di Kabupaten Manggarai sampai kepada kami. Rekaman itu menyebut jelas semua nama, termasuk Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit sebagai salah satu orang yang diduga jadi pemberi suap. Liputan ini mendorong Pengawas Kejaksaan Tinggi NTT melakukan pengusutan. Jurnalis kami juga ikut dimintai keterangan, dalam rangka membantu pengusutan kasus ini. Hingga kini publik terus menanti hasil pemeriksaan tersebut yang tengah didalami Kejaksaan Agung.

  1. 26 November 2025: ‘Dosen Melakukan Kekerasan Seksual terhadap Saya, Mengapa Unika St. Paulus Ruteng Masih Membiarkannya Berkeliaran?’

Liputan ini bisa dibilang menjadi yang terberat, namun juga paling berdampak. Kami mengungkap skandal kekerasan seksual di Unika St. Paulus Ruteng dengan pelaku dosen sekaligus imam Katolik. Liputan ini adalah bagian dari serial “Demi Nama Baik Gereja.” Sehari setelah publikasi liputan ini yang ramai dibicarakan, kampus langsung memberhentikan pelaku dari dosen. Liputan ini kemudian menjadi juara pertama dalam lomba karya jurnalistik oleh Komnas Perempuan dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

  1. 16 Desember 2025: Usai Pemda ‘Cuci Tangan,’ Lembaga Warisan Jokowi Lapor ke Polisi Warga Labuan Bajo yang Tuntut Ganti Rugi Lahan

Seorang warga di Labuan Bajo yang lahannya diambil untuk pembangunan jalan ke kawasan bisnis Parapuar harus berhadapan dengan polisi karena berusaha menuntut ganti rugi. Parapuar dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPO-LBF), lembaga yang dibentuk Jokowi. Dalam liputan ini, kami juga mengurai beragam kontroversi lembaga itu sejak berdiri dan ancaman kerusakan lingkungan dari proyeknya yang berlokasi di Hutan Bowosie, kawasan penyangga Labuan Bajo.

  1. 23 Desember 2025: Berada di Garis Depan Melawan Proyek Geotermal, Perempuan Poco Leok Meretas Kultur Patriarki

Liputan ini secara khusus menyoroti gerakan perlawanan para perempuan Poco Leok terhadap proyek geotermal. Terlibat bertahun-tahun dalam gerakan, mereka meretas kultur patriarki yang begitu kuat di Manggarai. Para perempuan berada di garis depan setiap kali melakukan pengadangan terhadap perwakilan pemerintah dan korporasi yang dikawal aparat keamanan. Mereka juga berani tampil dan berbicara dalam forum-forum publik, sesuatu yang tidak terjadi sebelumnya.

Tahun depan, kami hendak menggarap lebih banyak isu lagi, yang tidak hanya penting, tapi juga berpengaruh bagi publik, terutama mereka yang rentan berhadapan dengan kekuasaan.

Anda sekalian bisa ikut mendukung tim kami untuk terus bertahan di tengah berbagai tantangan, termasuk beragam bentuk represi.

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img