Rayakan Tahun Baru, Warga Banjiri Pantai Pede

Warga memadati Pantai di Labuan Bajo, hari ini, Kamis (1/1/2014). Mereka merayakan tahun baru bersama keluarga di sini.
Warga memadati Pantai di Labuan Bajo, hari ini, Kamis (1/1/2014). Mereka merayakan tahun baru bersama keluarga di sini.

Foresa.co – Warga yang umumnya berasal dari Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan acara tahun baru di Pantai Pede, hari ini, Kamis (1/1/2015).

Informasi yang dihimpun Floresa.co, banyak keluarga datang ke pantai yang sedang jadi polemik itu, yang dipicu terkait langkah Pemerintah Povinsi NTT menyerahkan pengelolaannya ke sebuah investor swasta.

“Dari sudut ke sudut area Pede sudah tidak ada tempat kosong untuk lesehan lagi, hingga beberapa ibu histeris mencari anaknya yang susah dikendalikan di tengah lautan masa”, kata Ferry Adu, warga Labuan Bajo kepada Floresa.co, Kamis siang.

Ia menambahkan, warga yang mendatangi Pede dari berbagai golongan.

“Terlihat warga kelas bawah hingga pejabat Mabar berada di Pantai Pede,” ujarnya.

Pantai Pede, satu-satunya ruang publik yang tersisa di Labuan Bajo, selalu menjadi tempat rekreasi bagi warga, tidak hanya saat momen spesial, seperti tahun baru, tetapi juga pada hari biasa, di mana di tempat ini selalu ada warga, terutama anak-anak yang bermain.

Meski pantai ini sangat penting bagi warga di Labuan Bajo, namun Gubernur NTT Frans Lebu Raya sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyerahan pengelolaan Pede kepada PT Sarana Investama Manggabar, milik Setya Novanto, Ketua DPR RI.

Langkah Lebu Raya terus mendapat perlawanan dari warga. Pada bulan ini, rencananya tim dari Provinsi akan mendatangai Mabar untuk sosialisasi terkait MoU itu.

Menanggapi langkah pihak provinsi ini yang bakal mengeksklusi warga dari Pede, Ferry Adu mengatakan, sampai kapan pun rakyat tetap menolak.

“Sikap rakyat Mabar sudah jelas; menolak dan akan mempertahankan secara bersama-sama lokasi Pede, agar tak ada aktivitas pribadi yg membatasi ruang publik”, tegasnya. (ARL/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Polisi di Manggarai Timur Tangkap Pemuda Pengedar Obat Terlarang yang Dipasok dari Makassar

Dua pelaku, berusia 23 dan 28 tahun, menjalankan aksi sejak 2023

Kalah Hingga Tingkat Kasasi, Nenek di Manggarai Barat Tetap Berjuang untuk Tanah yang Sudah Dikuasai Perusahaan

Meyakini bahwa tanah yang terletak di dekat pantai Labuan Bajo itu miliknya, nenek ini memilih tidak berhenti berjuang, dengan meminta perhatian Kementerian BPN/ATR

Pemerintah Gamang Atasi Praktik Pinjam Bendera, Warga Terpaksa Terima Hasil Proyek Berkualitas Buruk

Dalam sejumlah proyek yang dikerjakan dengan praktik pinjam bendera di Kabupaten Manggarai, pengerjaannya asal-asalan. Pemerintah mengklaim praktik itu tidak diizinkan, mesti mengakui terus dilakukan kontraktor

Jembatan pada Ruas Jalan Kabupaten yang Rusak Bertahun- tahun Bakal Diperbaiki dengan Dana Desa, Pemkab Manggarai Timur Klaim Tidak Punya Anggaran

Jembatan Wae Emas itu bagian dari ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Kota Komba Utara dan Elar Selatan