Kepala Desa Harus Jadi Pelopor Pemberantasan Mafia TKI di NTT

Menurut Boni, maraknya kasus perdagangan manusia di NTT terjadi karena tingginya kebutuhan kerja di masyarakat. Tetap di sisi lain, kondisi ini tidak diimbangi dengan tingkat keterampilan kerja yang memadai.

“Di sinilah para pemburu rente masuk,”tandasnya.

Boni mengatakan banyak Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasata (PPPTKIS) yang tidak memiliki kantor di NTT. Kantor perusahan-perusahan tersebut ada di daerah lain seperti di Jawa, ttapi mereka memiliki perwakilan orang per orang yang melakukan perkrutan di lapangan.

“Modusnya, para calon tenaga kerja ini dibawa ke Surabaya atau Jakarta dengan alasan kunjungan keluarga. Mereka naik pesawat dan dijemput di bandara oleh pihak perusahan,”tandasnya.

Modus seperti ini, kata dia menyulitkan pihak kepolisian untuk melakukan penindakan. Karena itu, menurutnya, kembali lagi ke aparat di tingkat bawah seperti kepala desa dan dinas catatan sipil untuk memperketat pemberian berkas kependudukan. (PTD/Floresa)

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA